Pantai Timur Sumatera, Pintu Masuk Penyelundupan Barang Negeri Jiran

redaksi.co.id - Pantai Timur Sumatera, Pintu Masuk Penyelundupan Barang Negeri Jiran Panjangnya garis pantai Indonesia membuat banyak orang mengambil untung dengan menyelundupkan barang asal Malaysia dan...

40 0

redaksi.co.id – Pantai Timur Sumatera, Pintu Masuk Penyelundupan Barang Negeri Jiran

Panjangnya garis pantai Indonesia membuat banyak orang mengambil untung dengan menyelundupkan barang asal Malaysia dan Singapura di antaranya bahan pokok, bawang dan minuman keras.

Dalam kurun Desember 2015 hingga Maret 2016, Bea Cukai Wilayah Sumatera Utara sedikitnya telah mengamankan 2889 bal pakaian bekas, bawang merah seberat 1,6 ton, dan beras pulut sebanyak 34,325 kilogram.

“Barang paling banyak berasal dari Malaysia dan Singapura. Untuk pengusutan kasus penyelundupan seperti ini, kami akan bekerjasama dengan aparat Malaysia dan Singapura,” kata Dirjen Bea Cukai , Heru Pambudi, kepada wartawan di Medan, Jumat (8/4/2016) siang.

Belum lama ini Bea Cukai mengamankan empat kontainer barang ilegal, tiga di antaranya milik PT IPJ, sementara satu kontainer lainnya hasil tangkapan Direktorat Pol Air Polda Sumut bekerjasama dengan Bea Cukai.

Di dalam kontainer tersebut berisi 42.058 botol yang dikemas di dalam 3.676 kotak karton dan rencananya akan dimusnahkan. “Ada empat orang yang masih kami periksa. Kami juga masih menyelidiki kasus ini lebih lanjut untuk dikembangkan,” beber dia.

Petugas mengenakan pasal pemalsuan dokumen terhadap pemilik barang. Mereka berusaha mengelabui petugas dengan menutupi barang ilegal menggunakan biji plastik.

“Terkait penyelundupan barang ilegal ini, kita menjerat para pelakunya dengan Undang-undang Kepabeanan No17 tahun 2006 pasal 103 huruf a. Ancaman kurungannya itu delapan tahun penjara,” sambung Heru.

Selain dikenakan hukuman kurungan badan, para pelaku dikenakan denda Rp 100 juta hingga Rp 5 miliar. Para pelaku juga dikenakan junto pasal 102 huruf h dengan ancaman 1 sampai 10 tahun. Akibat barang ilegal tersebut, kerugian negara yang dapat diselamatkan mencapai Rp 13 miliar lebih.

Ditjen Bea Cukai akan memperketat pengawasan di Pelabuhan Belawan. Heru juga meminta pihak intelijen melakukan pengawasan secara terus menerus untuk menangkap dan menahan para penyelundup barang ilegal dari luar negeri.

“Kami akan menggandeng sejumlah pihak termasuk TNI Angkatan Laut dan Direktorat Polisi Air Polda Sumatera Utara,” kata Heru.

Selama ini masuknya barang asal Malaysia ke Indonesia diselundupkan melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang tersebar di Indonesia. Satu pelabuhan tikus yang tengah diawasi pihak Bea Cukai berada di kawasan pantai timur Sumatera.

Dalam waktu dekat Bea Cukai tengah menyusun Operasi Gerhana untuk mengawasi pelabuhan tikus di pantai timur, karena selama ini menjadi pintu masuk yang kerap dimanfaatkan para penyelundup minuman keras dan bawang ilegal. Selain lokasinya yang sulit dijangkau, pengawasan di daerah tersebut juga minim.

“Kami akan menempatkan sejumlah tim di pelabuhan-pelabuhan tikus ini. Kami juga mengajak seluruh masyarakat untuk sama-sama melakukan pengawasan,” kata dia.

(red/urista/urnamasari/NP)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!