Bandara Trunojoyo Madura Sepi, Kemenhub Siapkan Jalur Boeing

redaksi.co.id - Bandara Trunojoyo Madura Sepi, Kemenhub Siapkan Jalur Boeing Sumenep Sejak Maret lalu, landasan pacu Bandar Udara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperpanjang dan...

51 0

redaksi.co.id – Bandara Trunojoyo Madura Sepi, Kemenhub Siapkan Jalur Boeing

Sumenep Sejak Maret lalu, landasan pacu Bandar Udara Trunojoyo di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, diperpanjang dan diperlebar dari 1.200 meter menjadi 1.600 meter. Tempat parkir pesawat atau apron juga diperluas.

Proyek yang ditargetkan rampung pada Oktober mendatang ini menghabiskan anggaran Rp 33,7 miliar dari Kementerian Perhubungan. Kepala Unit Penyelenggara Bandara Kelas III Trunojoyo Wahyu Siswoyo mengatakan renovasi dilakukan agar bandara tersebut bisa didarati pesawat Boeing jenis ATR 72 berkapasitas 75 penumpang.

Kehadiran Boeing diyakini bisa meningkatkan jumlah penumpang di bandara yang terletak di Pulau Madura itu. “Penumpang sepi, salah satunya, karena hanya bisa didarati penerbangan perintis berkapasitas 15 orang,” katanya, Sabtu, 9 April 2015.

Sejak dibuka pada awal 2015, jumlah penumpang di Trunojoyo rute Sumenep-Surabaya rata-rata 50 persen setiap penerbangan. Jumlah tersebut masih di bawah rute Surabaya-Bawean atau Surabaya-Karimunjawa.

Di rute-rute itu, jumlah penumpang bisa mencapai 125 persen sekali terbang. Namun, kata Wahyu, meski penumpang minim, lalu lintas udara di Bandara Trunojoyo cukup padat karena dipakai berlatih oleh dua sekolah penerbangan.

Bahkan, rencananya, pusat latihan pilot di Bandara Halim Perdanakusuma akan dipindahkan ke Sumenep. “Beban bandara tidak hanya penumpang, tapi juga kepadatan lalu lintas udaranya,” ujarnya.

Bila perluasan runway rampung, Wahyu menambahkan, Kementerian Perhubungan akan membuka rute baru, yaitu Sumenep-Bali dan Sumenep-Kalimantan. Ide penerbangan langsung ke Kalimantan muncul karena banyak warga Madura menjadi perantauan di Kalimantan.

“Kami optimistis bandara ini akan berkembang pesat,” tuturnya. Soal dukungan pemerintah daerah, Wahyu menilai sudah terjalin baik tapi kurang greget. Dia berharap pemerintah Sumenep lebih giat mempromosikan Bandara Trunojoyo, misalnya mengadakan kerja sama pariwisata dengan Pulau Bali.

Keindahan alam Sumenep, menurut dia, tidak kalah dibanding di Bali. Misalnya Pantai Lombang dan Pulau Giliyang, yang terkenal karena merupakan satu-satunya pulau di Indonesia dengan kadar oksigen tertinggi di dunia. Untuk snorkeling, ada Pulau Gili Labak. “Kalau pariwisata hidup, bandara akan berkembang.” MUSTHOFA BISRI

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!