Rio Haryanto Siap Gas Pol di Formula 1 Shanghai

redaksi.co.id - Rio Haryanto Siap Gas Pol di Formula 1 Shanghai Pembalap Formula 1, Rio Haryanto, mengatakan pengalamannya di dua balapan, yakni Melbourne dan Bahrain, menjadi...

28 0

redaksi.co.id – Rio Haryanto Siap Gas Pol di Formula 1 Shanghai

Pembalap Formula 1, Rio Haryanto, mengatakan pengalamannya di dua balapan, yakni Melbourne dan Bahrain, menjadi bekal untuk melaju di Shanghai. Dia pun merasa lebih siap menghadapi balapan selanjutnya.

Rio memang mengalami kemajuan di balapan keduanya. Ia menempati urutan ke-17 atau paling akhir di antara pembalap yang bisa menyelesaikan lomba di Bahrain. Catatan waktunya adalah 1 jam 36,685 menit.

Pada balapan perdananya dalam perhelatan Formula 1 di Melbourne, ia tak berhasil mencapai finish karena kerusakan mesin. Kini, dia tak lagi khawatir soal performa mesin mobilnya. Fisiknya juga ia rasakan lebih prima dan tak mudah lelah saat di Bahrain.

“Sudah bisa gas pol, lah, di Shanghai,” kata dia di Jakarta, kemarin. Rio akan turun lagi di Sirkuit Shanghai, Ahad pekan depan. Salah satu pengalaman berharga yang ia dapatkan di Bahrain adalah penggunaan ban. Ia mengaku salah prediksi saat balapan keduanya itu.

Tiga variasi ban yang ia pilih dalam balapan di Bahrain adalah lunak, lunak, dan medium. Seharusnya, pilihan paling tepat untuk melaju di sirkuit Bahrain adalah lunak, lunak, dan superlunak Pembalap lain, termasuk rekan satu timnya, Pascal Wehrlein, memilih kombinasi ban seperti itu.

Menurut Rio, pemilihan ban sudah didiskusikan dengan tim dan teknisinya dua jam sebelum balapan dimulai. Saat itu, kata dia, tim dan teknisinya memprediksi pilihan ban yang paling tepat adalah lunak, lunak, dan medium. Ia mengatakan, sebagai rookie (pendatang baru), ia mengikuti saran timnya.

“Tapi ternyata prediksinya salah,” kata dia. Tak hanya masalah ban, adaptasi dengan mobil Formula 1 juga terus ia lakukan. Perbedaan paling signifikan ia rasakan adalah jumlah tombol di setir. Saat GP2, tombol yang harus ia atur hanya empat. Di mobil Formula 1, ada 30 tombol yang harus ia atur.

Rio mengatakan bagian tersulit adalah mengatur bahan bakar. Dalam Formula 1, kata dia, tidak bisa mengisi bahan bakar saat di pit stop. Jadi, ia harus mengatur bahan bakar melalui salah satu tombol pada setirnya. Jika salah atur, risikonya bisa tak mencapai finish. Sekarang mulai familiar, saya lebih percaya diri, mudah-mudahan di seri-seri berikutnya bisa lebih baik, kata dia. TRI ARTINING PUTRI

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!