Bagi Jeremy Thomas, #AnakArtis Tawarkan Kualitas Tontonan Baru

redaksi.co.id - Bagi Jeremy Thomas, #AnakArtis Tawarkan Kualitas Tontonan Baru Bukan hanya sekedar menawarkan wajah baru dengan mengganti logonya, KapanLagi.com pun mencoba memberikan inovasi kontennya dalam...

19 0

redaksi.co.id – Bagi Jeremy Thomas, #AnakArtis Tawarkan Kualitas Tontonan Baru

Bukan hanya sekedar menawarkan wajah baru dengan mengganti logonya, KapanLagi.com pun mencoba memberikan inovasi kontennya dalam bentuk web series #AnakArtis. Sebagai orang tua Valerie Thomas yang menjadi cast-nya, Jeremy Thomas menilai banyak hal positif dari tayangan genuine seperti ini.

” Kita melihat yang dijual dari #AnakArtis ini adalah judulnya udah ‘Anak Artis’, konsep genuine ini harus kita teruskan kepada masyarakat, bahwa anak artis itu mempunyai orang tua dan anak itu terlibat dalam satu kegiatan. Yang ingin kita tonjolkan adalah bagaimana sih orang tua memberikan nilai-nilai moral kepada anak dan bisa dinikmatin sama penonton,” jelas aktor senior ini saat ditemui di Waha Kitchen Kosenda Hotel, di KH. Wahid Hasyim, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Minggu (28/2).

Lebih jauh, konsep reality show jadi salah satu pertimbangan Jeremy Thomas sampai mau mendukung #AnakArtis. Menurut suami Ina Indayanti ini, tontonan ini akan terasa natural dan jujur karena tidak adanya tuntunan script yang bisa membuat dialog jadi prematur.

” Acara ini lepas dari pada pemaksaan atau membuat prematur suatu dialog. Oleh karena itu keoriginalitasannya akan ada, dengan senang hati kami membantu,” lanjutnya singkat.

Lebih jauh, target angka penonton yang ada pun dinilainya tak lebih dari sekedar media untuk mempromosikan sebuah produk. Karena itu, Jeremy Thomas yakin kalau platform bebas yang diterapkan dalam web series ini tidak akan membuat manipulasi rating.

” Buat saya angka tinggal angka, tapi saya ingin masyarakat Indonesia melihat dulu, bahwa KLN ini membuka medium baru atau spectrum baru terhadap kualitas tontonan, tayangan yang mempunyai nilai positif itu dulu yang nomor satu. Kalo angka itu terkait promosi. Angka itu hanya bonus, saya ingin masyarakat mendapat spectrum baru. Tapi saya percaya, dengan medium yang bebas seperti YouTube, Instagram, apa pun definisinya, setiap orang mempunyai hak yang sama, tidak ada lagi manipulasi rating dan segala macam atau akal-akalan atas nama rating sehingga produk yang bagus tidak bisa ditonton, produk yang tidak bagus dengan kualitas yang jelek malah jadi favorit, akhirnya jadi tidak balance. Saya ingin meninggalkan spectrum itu menuju spectrum yang bebas,” pungkasnya tegas.

(kpl/hen/ntn)

(red/ambertus/usi/urek/LLH)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!