Semoga Jokowi Jadikan Koperasi Alat Revolusi

 JAKARTA Redaksi.co.id – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan mencanangkan koperasi sebagai pilar negara. Hal ini selaras dengan amanah konstitusi negara Pasal 33 UUD 1945, serta sejalan dengan...

87 0

 

JAKARTA Redaksi.co.id – Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) akan mencanangkan koperasi sebagai pilar negara. Hal ini selaras dengan amanah konstitusi negara Pasal 33 UUD 1945, serta sejalan dengan pokok-pokok pikiran Presiden Joko Widodo dalam nawacita-nya.

“Ini juga sejalan dengan pernyataan Presiden dalam deklarasi Ayo Kerja dan logo hari kemerdekaan di Sabang, Aceh beberapa saat yang lalu, yang menekankan pentingnya gotong royong dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Gotong royong atau kekeluargaan hanya ada dalam sistem perekonomian Koperasi,” kata Wakil Ketua Umum Dekopin, Mohammad Sukri, kepada Redaksi.co.id, Kamis (12/3).

Pencanangan ini, jelas Sukri, akan dilakukan dalam acara Rapimnas dan Rakernas Dekopin. Acara yang sudah dibuka sejak Rabu kemarin dan akan berakhir Jumat ini (13/3) dilaksanakan di Hotel Panghegar Bandung. Dalam acara ini hadir para pimpinan Dekopinda kabupaten/kota se-Indonesia dan Dekopinwil dari 34 Propinsi.
Dekopin, Sukri melanjutkan, berkeyakinan bahwa implementasi Revolusi Mental bidang ekonomi yg akan dilaksanakan Presiden Jokowi akan berpedoman pada Konstitusi Negara yg menyatakan “Perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas azas kekeluargaan” yang penjelasannya bangun usaha yang tepat untuk itu adalah Koperasi.

“Semoga saja koperasi benar-benar akan dijadikan alat Revolusi untuk wujudkan demokrasi ekonomi guna kesejahteraan rakyat Indonesia,” ungkap Sukri, yang juga pengurus harian DPP Demokrat.

Sukri menambahkan, agenda Rapimnas ini antara lain pengucapan sumpah atau Janji Pimpinan Paripurna Dekopin hasil Munas beberapa waktu lalu. Dan menariknya, kepemimpinan Dekopin periode 2014-2019 ternyata banyak pegiat koperasi yang juga pegiat Parpol antara lain dari Golkar, Demokrat, PDIP, PAN, Gerindra, Nasdem, Hanura, PPP, PKB.(Nurdin)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!