PT Varia Usaha Beton Tetap Beroperasi, Aksi Protes Warga Kemadu Kian Memanas

REMBANG Redaksi.co.id - Aksi protes warga Desa Kemadu, Kecamatan Sulang yang mendesak agar operasional PT Varia Usaha Beton di pinggir jalan raya Rembang – Blora dihentikan dan...

58 0

REMBANG Redaksi.co.id – Aksi protes warga Desa Kemadu, Kecamatan Sulang yang mendesak agar operasional PT Varia Usaha Beton di pinggir jalan raya Rembang – Blora dihentikan dan segera pindah semakin memanas. Pasalnya, desakan untuk pindah dari lokasi tersebut, hingga kini belum membuahkan hasil.

Merasa kecewa tuntutannya tak di penuhi warga penolak keberadaan PT Varia usah beton kembali mengadukan persoalan itu ke DPRD Rembang, Senin (09 Maret 2015). Namun sayang pertemuan yang digelar di ruang banggar dengan pihak pihak terkait kembali menemui jalan buntu.

Sujoko, seorang warga dusun Nyikaran desa Kemadu mengaku gregetan, setelah audiensi yang pertama di gedung dewan, beberapa waktu lalu, malamnya PT Varia Usaha Beton langsung lembur sampai dini hari. Kegiatan sampai malam sering terjadi, sehingga mengakibatkan warga terganggu.

Ia mempertanyakan komitmen Pemkab Rembang. Warga sejak lama meminta PT Varia Usaha Beton pindah dari lokasi tersebut, karena sejak pengurusan izin terkesan berbohong, konon semula untuk tempat parkir truk.

Namun sampai sekarang dibiarkan dan masyarakat pula yang terus terusan menjadi korban. Jarak antara pabrik dengan permukiman penduduk, sangat berhimpitan. Solusi terbaik adalah hengkang dan mencari tempat lain, agar PT Varia Usaha Beton juga nyaman dalam berinvestasi.

Kepala Badan Lingkungan Hidup Kab. Rembang, Purwadi Samsi menjelaskan sesuai komitmen awal pihak perusahaan, aktivitas produksi beton pada hari Senin – Jumat, antara pukul 08 pagi sampai 04 sore, sedangkan hari Sabtu dari pukul 08 pagi sampai 01 siang. Selain itu mereka siap mengutamakan tenaga kerja lokal. Jika ternyata masyarakat merasa terganggu, Badan Lingkungan Hidup harus mengecek terlebih dahulu, apakah gangguan polusi debu dan suara bising melebihi ambang batas atau tidak. Begitu menemukan pelanggaran, BLH siap memberikan rekomendasi sanksi. Paling berat, izin bisa dicabut.

Sukarmain, Wakil Ketua Komisi A DPRD Rembang berpendapat audiensi merupakan upaya mencari solusi.

Seandainya warga membuka pintu musyawarah, mungkin kerugian warga bisa diganti dengan sejumlah kompensasi dari PT Varia Usaha Beton. Namun jika ngotot pabrik harus pindah, pihaknya menyerahkan kepada instansi terkait, izin akan tetap diperpanjang atau dicabut.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!