Rahasia Ikan Botak Bertahan Hidup di Antartika

redaksi.co.id - Rahasia Ikan Botak Bertahan Hidup di Antartika Ikan notothen botak ( Pagothenia borchgrevinki ) hidup di bawah permukaan es McMurdo Sound, batas paling selatan...

30 0

redaksi.co.id – Rahasia Ikan Botak Bertahan Hidup di Antartika

Ikan notothen botak ( Pagothenia borchgrevinki ) hidup di bawah permukaan es McMurdo Sound, batas paling selatan yang bisa dihuni organisme laut dan dapat disebut sebagai habitat ikan Antartika terdingin yang paling ekstrem.

Ilmuwan berhasil mengungkap bagaimana ikan kecil itu bisa bertahan hidup di lingkungan air sedingin es tersebut. Dalam laporan yang dipublikasikan di BMC Genomics , peneliti mengatakan petunjuknya berasal dari ekspresi gen ikan tersebut. Kevin T. Bilyk dan C-H Christina Cheng dari University of Illinois, Amerika Serikat, telah mengurai kode genetik dari seluruh transcriptome (catatan dari semua ekspresi gen) ikan itu pada berbagai tipe jaringan dan lingkungan yang berbeda.

Dengan membandingkan transcriptome notothen dengan zebrafish tropis ( Danio rerio ), mereka bisa menyoroti 58 elemen yang dianggap memainkan peran penting dalam kemampuan ikan untuk bertahan hidup di air sedingin es.

Hal ini termasuk komponen yang terkait dengan transkripsi dan pengikatan protein, yang merupakan langkah pertama ekspresi gen. “Habitatnya yang superdingin membuat notothen botak ini mengembangkan beragam adaptasi,” kata tim peneliti. “Di antaranya cetakan gen baru yang menyandikan glikoprotein antibeku dan modifikasi gen lama yang membantunya berfungsi pada suhu rendah.” Peneliti berusaha menemukan gen mana yang mendukung notothen hidup di lingkungan ekstrem. Tapi, karena ketiadaan untaian DNA, transcriptome menjadi alat yang cukup berguna.

Untaian transcriptome dari spesies notothenoid lain berfungsi sebagai model ekspresi gen di lingkungan dingin serta mendukung penelitian molekuler ikan kutub dan binatang berdarah dingin lain. Berdasarkan temuan ini, Bilyk dan Cheng juga mempelajari transcriptome ikan yang dipelihara di perairan hangat. Mereka berharap dapat membongkar mekanisme molekuler yang membuat ikan itu mampu bertahan hidup di temperatur sangat dingin ataupun di perairan hangat. Kemampuan ini akan amat berguna bagi notothen ketika perubahan iklim mengancam temperatur perairan kutub. BMC GENOMICS | SCIENCE DAILY | AMRI MAHBUB

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!