Pertemuan Negara G20 Akan Bahas Kejahatan Pajak

redaksi.co.id - Pertemuan Negara G20 Akan Bahas Kejahatan Pajak Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan, negara G20 akan melakukan pertemuan, dengan salah satu pembahasan tentang memerangi...

31 0

redaksi.co.id – Pertemuan Negara G20 Akan Bahas Kejahatan Pajak

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyatakan, negara G20 akan melakukan pertemuan, dengan salah satu pembahasan tentang memerangi kejahatan pajak.

Rencananya, para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 akan bertemu pada 13-14 April di Washington DC Amerika.

Bambang menilai pertemuan G20 kali ini juga menjadi momentum penting untuk membahas berbagai isu perekonomian global. Khususnya perlambatan pertumbuhan dan rendahnya harga-harga komoditas global yang telah memberikan dampak kepada sektor riil.

“Terutama kepada sektor ketenagakerjaan akibat berkurangnya investasi di bidang industri komoditas dan juga mempengaruhi sektor keuangan dan perbankan,” kata dia di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (11/4/2016).

Bambang menuturkan, agenda pertemuan G20 yang juga cukup penting adalah pembahasan kerja sama memerangi kejahatan perpajakan antar negara (cross-border tax crimes). Terlebih muncul isu Panama Papers belakangan ini, sehingga kejahatan pajak menjadi perhatian khusus.

“Jadi masalah pajak sangat penting. Saya yakin masalah Panama Papers akan berpengaruh juga terhadap nuansa pembahasan,” ungkap dia.

Nantinya para Menteri dari negara G20 yang hadir akan membahas perkembangan dari implementasi base erosion and profit shifting (BEPS) serta automatic exchange of tax information in financial sector (AEOI).

“Kita ingin menekankan saja kedua topik ini penting dijalankan Indonesia menginginkan ada sanksi yang tidak patuh pada implementasi,” tutur Bambang.

Menurut dia, inisiatif G20 tersebut sangat penting dalam memerangi upaya penggelapan dan penghindaran pajak oleh banyak perusahaan multinasional dan individual memanfaatkan tax haven countries dan celah hukum di instrumen keuangan oleh pusat keuangan global.

“Dalam posisi kita ingin informasi tetap berjalan tanpa kecuali dan tidak boleh ada negara yang coba coba bermain, misalnya mengaburkan siapa pemilik account,” kata dia.(Pew/Nrm)

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!