Golkar Kubu Ical vs Agung Masih Berseteru, Tommy Ikut Berkicau

 JAKARTA Redaksi.co.id - Kisruh Partai Golkar masih terus berlangsung, kendati konstalasi terakhir nampaknya mulai berubah.Kubu Aburizal Bakrie (Ical) belakangan diketahui mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta...

64 0

 

JAKARTA Redaksi.co.id – Kisruh Partai Golkar masih terus berlangsung, kendati konstalasi terakhir nampaknya mulai berubah.

Kubu Aburizal Bakrie (Ical) belakangan diketahui mencabut gugatan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Gugatan yang didaftarkan pada 5 Maret 2015 itu berkaitan dengan putusan Mahkamah Partai Golkar yang mengakui kepengurusan kubu Agung Laksono.

Hal tersebut dibenarkan kuasa hukum Dewan Pimpinan Pusat Partai Golkar kubu Ical, Yusril Ihza Mahendra, Selasa, 17 Maret 2015 lalu. Namun Yusril enggan menjelaskan alasan pencabutan gugatan itu, dan menyebut instruksi pencabutan berasal dari Aburizal sendiri.

Padahal, baru pekan lalu, Sekjen Partai Golkar Munas Bali, Idrus Marham, didampingi kuasa hukumnya, Yusril Ihza Mahendra, mengajukan gugatan baru ke Pengadilan Negeri Jakarta Barat. Gugatan bernomor 119/pdt.Sus-Parpol/2015/PN.JKT.BRT itu terkait dengan perselisihan internal Partai Golkar antara pengurus DPP hasil Munas Bali pimpinan Aburizal Bakrie dan hasil Munas Ancol yang diketuai Agung Laksono.

Pihak yang digugat Idrus Marham adalah Tim Penyelamat Partai Golkar sebagai tergugat I serta pengurus DPP Partai Golkar hasil Munas Ancol pimpinan Agung Laksono dan Sekjen Zainudin Amali sebagai tergugat II.

Sementara itu, mendengar pencabutan gugatan kubu Ical, Ketua DPP Partai Golkar kubu Agung Laksono Bidang Hukum, Lawrence Siburian, mengaku gembira.

“Ini berarti tanda-tanda pihak sana mau berekonsiliasi,” ujar Lawrence di Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenhukham), di Jakarta, Selasa (17/3/2015) lalu.

Lawrence juga menegaskan, Partai Golkar hasil Munas Ancol yang dipimpin Agung Laksono memastikan akan mencopot Setya Novanto dari jabatannya sebagai Ketua DPR. Langkah ini dilakukan seiring telah didaftarkannya kepengurusan kubu Agung Laksono ke Kementerian Hukum dan HAM.

Menurutnya, satu-satunya cara yang bisa dilakukan Setya untuk mempertahankan jabatannya adalah bergabung ke kubu Agung Lasksono.

“Kalau Setya Novanto sejauh dia bisa berkolaborasi dan bekerja sama dengan kami (kubu Agung), yah kami akan pertahankan. Kalau tidak bisa, apa boleh buat, Kita ganti. Mudah-mudahan beliau bisa bekerja sama dengan kami,” ujar Lawrence saat masih di Kantor Kemenkumham.

Dikatakan Lawrence, imbauan ini tidak hanya berlaku bagi Setya Novanto. Sejumlah kader yang memiliki jabatan strategis di parlemen juga terancam dicopot dari jabatannya jika tidak mendukung hasil Munas Ancol yang memilih Agung Laksono sebagai ketua umum.

Bahkan mereka yang terancam tergeser posisinya itu menurut Lawrence antara lain: Ketua Fraksi Golkar di DPR Ade Komaruddin, Ketua Komisi Hukum DPR Aziz Syamsuddin, serta Bambang Soesatyo selaku Bendahara Umum versi Munas Bali.

“Perombakan fraksi (di DPR) kami akan lakukan sebelum masa sidang nanti yang dibuka tanggal 23 Maret, jadi kita akan melakukan sebelum itu,” tegas Lawrence.

Namun soal pengganti kader Golkar yang akan dicopot tersebut, Lawrence belum mau mengungkapkan. “Pada masa sidang nanti akan diumumkan dan diberitahukan, serta alat kelengkapan DPR, komisi segala macam itu nanti setelah perombakan fraksi,” ungkapnya.

Kedatangan Partai Golkar kubu Agung Laksono ke Kemenhukham, hari Selasa itu diketahui dalam rangka mendaftarkan kepengurusan hasil Munas Ancol, ke Kantor Kementerian Hukum dan HAM. Meski tidak bertemu dengan Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly, kedatangan mereka diterima Direktur Jenderal Administrasi Hukum Umum (AHU) Harkristuti Harkrisnowo.

Sedangkan menurut Ketua Dewan Perwakilan Pusat Partai Golkar Leo Nababan yang bersama Lawrence mendatangi Kemenhukham mengatakan, untuk mendaftarkan susunan kepengurusan mengatakan, struktur partai telah final dengan total kepengurusan mencapai 377 orang.

“Ini adalah struktur partai paling besar. Susunan partai berubah karena ada penambahan jumlah orang pada tiap posisi. Total posisi ketua umum, wakil ketua umum, dan sekretaris jenderal diisi 43 orang,” ungkap Leo.

Bahkan menurut Leo, wakil sekretaris jenderal bakal diisi 52 orang dan bendahara menjadi 46 orang.

Kicauan Tommy Soeharto

Sebelumnya, Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto), putra bungsu Presiden RI kedua Soeharto, turut menyoroti dinamika politik yang memanas di Partai Golkar.

Bahkan dalam kicauannya di twitter, Tommy pernah mengultimatum, jika masih berseteru hingga Maret 2015, dirinya akan maju merebut posisi Ketua Umum.

Tommy melalui akun twitternya @TommySoeharto62 berkicau bahwa kisruh Golkar membuat resah kader sehingga ada wacana mengajaknya untuk memimpin partai Golkar.

”Permintaan saya hentikan dahulu urusan-urusan pribadi, mari sama-sama fokus pada pembenahan partai. Saya akan menerima pengurus Partai beringin yg ingin konsolidasi jika tujuan sebenarnya untuk perbaikan bukan membicarakan seputar dana melulu,” ciut Tommy, akhir Februari lalu.

Bahkan Tommy ingin membenahi Golkar dengan membuang semua ranting dan cabang kering sehingga partai dapat menjadi beringin penuh dengan ranting dan cabang.

”Regenerasi jalan untuk melakukan peremajaan di tubuh Partai Beringin. Dengan begitu masyarakat tidak bosan melihat orang-orang yang itu-itu saja,” paparnya.

Mengutip beberapa bagian kicauannya, @TommySoeharto62: Jika dalam bulan Maret Pengurus Partai Masih saja bertikai seputar kepentingan orang2 itu2 saja, maka saya siap ambil alih #GebrakForGolkar. @TommySoeharto62: Untuk #SaveGolkar kita harus melakukan #GebrakForGolkar peremajaan total untuk kebaikan semua Kader dan simpatisan” jika setuju Sebarkan. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!