ABK Kapal Cantrang Karya Mina Group Embat Solar Perbekalan Melaut

REMBANG Redaksi.co.id - Kelakuan Riyanto (32), seorang ABK yang bertugas sebagai Kepala mesin kapal cantrang di pelabuhan Tasikagung memang sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, di saat ribuan rekan...

59 0

REMBANG Redaksi.co.id – Kelakuan Riyanto (32), seorang ABK yang bertugas sebagai Kepala mesin kapal cantrang di pelabuhan Tasikagung memang sungguh keterlaluan. Bagaimana tidak, di saat ribuan rekan nelayan seperjuangannya menggalang solidaritas ke Jakarta untuk memperjuangkan nasib nelayan cantrang, secara diam-diam dia malah mencuri perbekalan dan bahan bakal kapalnya sendiri, dan menjualnya untuk dipakai foya-foya.

Ulah pria warga Desa Tasikagung Kecamatan Rembang yang didapuk sebagai Kepala Kamar Mesin di kapal cantrang KM Alam Mina Makmur ini, sebetulnya sudah dilakukan beberapa minggu belakangan. Sebanyak 8 drum solar, masing-masing berisi 250 liter, oli, dan aki senilai belasan juta, ia gasak dari gudang penyimpanan perbekalan.

Namun aksinya tersebut baru diketahui nahkoda dan ABK saat kapal akan berangkat melaut, Rabu (18/3) malam.

“Saat akan menyedot bahan bakar semalam, awak kapal kebingungan, kok solarnya tidak keluar. Ternyata setelah dicek drum sudah kosong,” ungkap Sugiyanto salah satu tokoh masyarakat warga Desa Tasikagung, Rembang saat ditemui di balai desa setempat, Kamis 19 Maret 2015

Sebelumnya, imbuh Sugiyanto, pelaku Riyanto alias Togek sudah dicurigai oleh rekan-rekannya, lantaran di saat Nahkoda dan ABK lainnya berunjuk rasa di Jakarta, hanya dia yang tidak ikut. “Setelah dicecar pertanyaan, akhirnya dia mengaku,” terangnya.

“Solar dan perbekalan dijualnya ke tukang rongsok. Karena belum berkeluarga, diduga uangnya dihabiskan di tempat hiburan,” imbuhnya.

Riyanto pun akhirnya digelandang ke balai desa untuk diinterogasi oleh warga, Kamis (19/3) siang. Aparat Polsek Rembang, Babinsa dan Kamtibmas tampak hadir di lokasi.

Kapolsek Rembang AKP Suhendi Tirta saat dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Atas kesepakatan bersama, masalah ini akhirnya diselesaikan secara internal bersama pemilik kapal, nahkoda dan ABK.

“Dalam pernyataannya, Mochammad Riyanto alias Togek bersedia dan sanggup mengganti dan mengembalikan barang-barang yang telah diambil tanpa ijin dalam jangka waktu 10hari. Jika tidak bisa mengembalikan barang-barang yang telah diambil maka bersedia dilaporkan kepihak berwajib dan bersedia di proses secara hukum,” ungkapnya.(K Widianto )

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!