Bagi Rio Haryanto, GP China Seperti Balapan di Kandang Sendiri

redaksi.co.id - Bagi Rio Haryanto, GP China Seperti Balapan di Kandang Sendiri China adalah salah satu negara Asia yang menjadi tuan rumah Formula 2016. Itulah mengapa...

29 0

redaksi.co.id – Bagi Rio Haryanto, GP China Seperti Balapan di Kandang Sendiri

China adalah salah satu negara Asia yang menjadi tuan rumah Formula 2016. Itulah mengapa pembalap Manor Racing, Rio Haryanto, menganggap China sebagai balapan kandang perdananya di musim ini.

Rio memang tengah mempersiapkan diri menuju seri ketiga F1 2016, GP China, di Shanghai International Circuit, 17 April 2016. Bagi Rio, ini adalah kesempatan emas untuk melanjutkan aksi mengesankan setelah GP Bahrain 2016.

Tentu saja, hasil pada GP Bahrain membuat Rio dalam kepercayaan diri yang tinggi. Maklum, ia baru saja mencapai target utamanya, yakni menyentuh garis finis dalam seri F1 2016. Sebelumnya, Rio gagal mewujudkan keinginannya itu pada seri perdana GP Australia 2016.

Pada GP Bahrain, Rio finis di urutan 17. Posisinya memang paling buncit. Namun, Rio bisa mencapai garis finis saat para pembalap seperti Jolyon Palmer, Sebastian Vettel, Jenson Button, Esteban Gutierrez, dan Carlos Sainz Jr gagal menuntaskan balapan.

Kini, Rio pun percaya diri menatap GP China. Ia juga yakin akan mendapatkan dukungan besar karena beraksi di negara Asia. Bahkan, ia menyebut GP China tak ubahnya seperti balapan di Indonesia.

“Itu adalah lintasan yang saya kenal dengan baik. Sangat menyenangkan dan menantang bisa kembali ke sana dengan mobil F1. Dengan absennya Indonesia sebagai tuan rumah, maka balapan Asia menjadi seri kandang bagi saya,” ujar Rio seperti dilansir Crash.

Kebetulan, Asia memang menyumbang cukup banyak dalam daftar tuan rumah seri F1 2016. Selain China, Asia juga diwakili Singapura, Malaysia, Jepang, dan Abu Dhabi.

Rio sendiri memang sudah cukup mengenal Shanghai International Circuit. Hal itu sempat diungkap Rio saat acara Meet and Greet di Mall Kota Kasablanka, Kamis (7/4/2016).

Saat itu, Rio mengatakan, “Jadi karakternya bisa dibilang banyak high speed corner dan juga teknikal. Karena tikungan pertama itu ada sedikit elevation, naik terus turun. Jadi itu sirkuit yang sangat technikal.”

(red/uhammad/irmansyah/MF)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!