DPP Golkar Pimpinan Agung Laksono, Resmi Diakui Pemerintah

Ical Masih Ngotot MelawanJAKARTA Redaksi.co.id – Kepengurusan Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono sudah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah lewat Surat Keputusan (SK) Menkumham Yasonna Laoly.Agung...

46 0

Ical Masih Ngotot Melawan

JAKARTA Redaksi.co.id – Kepengurusan Partai Golkar yang dipimpin Agung Laksono sudah mendapatkan pengakuan resmi dari pemerintah lewat Surat Keputusan (SK) Menkumham Yasonna Laoly.

Agung Laksono mengaku, keputusan Pemerintah itu sangat membahagiakan dirinya.

“Ini kado terindah dalam hidup saya,” kata Agung kepada wartawan di Kantor DPP Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (23/3/2015).

Diketahui, Agung yang juga berulang tahun pada hari ini, menggelar syukuran. Syukuran ini, kata dia, digelar setelah Mahkamah Partai Golkar mengeluarkan keputusan terkait kisruh dualisme Partai Golkar.
Pasalnya, keputusan itu sudah final dan mengikat. Dengan begitu, pihaknya dapat mengikuti proses Pilkada.

Lebih lanjut Agung menjelaskan, SK Menkumham ini juga telah mengesahkan secara lengkap komposisi kepengurusan yang sebelumnya diajukan berjumlah 288 orang, menjadi 393 orang pengurus.

Agung mengatakan, penambahan pengurus itu telah melalui proses akomodasi secara selektif, berdasarkan penilaian prestasi, dedikasi, loyalitas dan tidak tercela.

“Untuk itu, kami serukan kepada seluruh kader, simpatisan dan seluruh keluarga besar Partai Golkar untuk menerima dan menyambut keputusan ini sebagai kabar gembira bagi kita semua,” kata Agung.

Sementara Ketua Umum Golkar vesi Munas Bali Aburizal Bakrie Senin (23/3/2015), mendatangi ruang fraksi Golkar di lantai 12 Gedung Nusantara I DPR.

Ical yang mengenakan kemeja biru langsung disambut Ketua Fraksi Golkar Ade Komaruddin dan Sekretaris Fraksi Bambang Soesatyo.

Ical hadir sekitar pukul 17.30 WIB. “Tidak ada yang bisa merebut, lawan,” tegas Ical dihadapan pengurus Fraksi Golkar.

Ia menegaskan Indonesia bukan negara kekuasaan melainkan berdasarkan hukum. Sehingga bila ada produk kekuasaan maka akan dilawan secara hukum. Selain itu, DPR juga belum memutuskan persoalan fraksi Golkar.

Ical mengatakan Fraksi Golkar dapat berjalan seperti biasa dibawah kepemimpinan Ade Komaruddin dan Bambang Soesatyo.

“Kita lihat legal standingnya tindak kekuasaan. Yasonna yang menamakan dirinya menkumham tidak berdasarkan hukum tapi kekuasaan,” ujar Ical.

Oleh karenanya, Ical meminta semua pihak menunggu putusan hukum tetap. Di mana kubu Ical mengajukan gugatan di PN Jakarta Utara dan PTUN Jakarta.

“Secara de jure kubu Agung dimenangkan Yasonna. Tapi de facto, kami lah yang punya kekuasaan,” katanya.

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!