Asyiknya, Menyusuri “Perut Bumi” di Gunung Kidul

 GUNUNGKIDUL Redaksi.co.id - Masih sedikit masyarakat kita yang tahu, bahwa di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta, terdapat banyak potensi wisatanya yang sangat unik. Salah...

31 0

 

GUNUNGKIDUL Redaksi.co.id – Masih sedikit masyarakat kita yang tahu, bahwa di Kabupaten Gunung Kidul, Provinsi DI Yogyakarta, terdapat banyak potensi wisatanya yang sangat unik. Salah satunya adalah menjelajahi kekayaan alam perut bumi di sejumlah goa atau karst. Contohnya Goa Jomblang.

Goa yang terletak di Dukuh Jetis Wetan, Desa Pacarejo, Kecamatan Semanu, Kabupaten Gunung Kidul ini, bisa ditempuh sekitar satu setengah jam dengan mobil atau motor dari Yogya. Yang menjadi unik, pengunjung ke Goa Jomblang harus menuruni bukit di kedalaman hampir 80 meter dengan menggunakan tali.

Lho? Ya memang goanya berada di tengah lubang yang menganga diantara perbukitan. Itu sebabnya, setiap pengunjung harus turun dengan tali dengan dipandu oleh tim berpengalaman dari Jomblang Resort.

Semua pengunjung ke Goa Jomblang wajib memakai alat pengaman seperti sepatu boot, helm, serta akan diikatkan badan kita dengan sejumlah tali agar lebih aman saat menuruni bukit menuju goa.

Di sini kita batasi pengunjung hingga pukul 11.00. Karena kalau sudah diatas itu, sulit melihat cahaya di mulut gua, kata salah satu petugas.

Setelah lengkap dengan perlengkapan di tubuh, satu demi satu kita diturunkan dengan tali yang sudah diikat kencang serta dipandu oleh petugas yang sudah menanti pula baik di atas maupun di bawah.

Begitu turun, kita berjalan kaki sekitar 15 menit untuk mencapai mulut cahaya di mana dibawahnya ada air mengalir deras. Indah sekali, saat kita menjumpai cahaya yang memancar dari atas dengan latar gemericik suara air. Rasa takut saat kita turun dari atas ke bawah dengan tali langsung sirna begitu kita sampai pada hulu gua. Luar biasa kebesaran Tuhan.

Tentunya saat mengunjungi Goa Jomblang, mesti melengkapi pakaian yang ringan, karena sudah pasti menguras keringat banyak. Belum lagi terkena air di dalam gua. Alas kaki pun harus disesuaikan untuk kegiatan semacam outdoor.

Puas dari Goa Jomblang (yang paketnya sekitar 400 ribu rupiah termasuk makan siang), kita bisa pindah menyusuri goa yang lain di Kalisuci, yang berjarak sekitar satu kilometer saja. Bedanya dengan Goa Jomblang, kalau di Kalisuci kita menyusuri sungai dengan menggunakan ban. Namun tetap pengunjung dilengkapi dengan helm, pelampung serta pengaman untuk di dengkul kaki dan siku tangan.

Setiap pengunjung harus menggunakan satu ban. Setelah mendengar aba-aba petugas, lalu ban kita didorong satu demi satu menyusuri aliran sungai masuk ke dalam goa. Lagi-lagi kita menjumpai pemandangan yang luar biasa indahnya di dalam goa. Bahkan ada satu titik di mana kita dibolehkan berenang di air sungai yang warnanya kehijauan tapi kedalamannya tidak lebih dari dua meter.

Menyusuri Kalisuci biayanya per orang hampir seratus ribu. Tetapi kalau rombongan, bisa lebih murah lagi. Paket wisata di sekitar Gunung Kidul ini memang sangat menarik untuk dikunjungi. Yang bagusnya lagi, pengelola kawasan wisata itu memperkerjakan semuanya warga setempat. Jadi benar-benar desa wisata yang mandiri dan memiliki aturan cukup baik untuk dicontoh. (bri)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!