Dinkes Rembang Diminta Lakukan Penelitian Racun Dalam Ikan Buntek

 REMBANG Redaksi.co.id -Warga masyarakat dan tokoh nelayan di Kabupaten Rembang berharap Dinas Kesehatan untuk segera melakukan penelitian, bagian mana dari ikan buntal atau buntek yang mengandung racun...

57 0

 

REMBANG Redaksi.co.id –Warga masyarakat dan tokoh nelayan di Kabupaten Rembang berharap Dinas Kesehatan untuk segera melakukan penelitian, bagian mana dari ikan buntal atau buntek yang mengandung racun dan membahayakan nyawa manusia.

Gunadi salah satu tokoh nelayan Tasik Agung yang juga ketua KUD Saroyo Mino mengaku sejak kecil teleh mengetahui akan bahayanya menyantap bagian tertentu ikan buntek. Namun selama ini masih banyak juga nelayan yang belum mengetahui hal itu.

Menurutnya, hal itu akibat minimnya sosialisasi tentang hal itu kepada nelayan. Ia berharap kepada instansi terkait segera melakukan penelitian dan mensosialisasikannya.

Sementara itu H Nur Wakhid salah satu tokoh nelayan Sarang mengatakan selama ini ada dua kejadian berbeda, meski sama sama makan ikan buntek. Misalnya, yang satu tidak sampai keracunan, tapi pada kasus lain, korban justru meregang nyawa. Tentu saja menimbulkan kebingungan, apakah ikan bertubuh gembung itu, berbahaya atau masih layak dikonsumsi ?

Yang ia tahu, bagian telur dan hati ikan buntek tidak boleh dimakan, karena mengandung racun. Namun sebagian kalangan nelayan belum mengetahui secara pasti, apalagi jarang ada sosialisasi tentang masalah tersebut.

Sebelumnya seperti diberitakan Bambang Suwito (38 tahun), nelayan warga desa Sarang Meduro Kec. Sarang meninggal dunia, setelah makan ikan buntek saat mencari ikan di tengah Laut Jawa. Sedangkan dua orang rekannya, menjalani perawatan di Puskesmas Kragan II Plawangan, lantaran sempat mengalami pusing, mual dan muntah muntah.

Pelaksana Tugas Kepala Puskesmas Kragan II, Darmono mengatakan sampai Selasa siang, pasien terus mendapatkan terapi, agar segera pulih. Memang bagi pasien keracunan, butuh waktu agak lama untuk menetralisir.

Menurutnya, ke depan pihak Puskesmas akan rutin menyampaikan bahaya ikan buntek kepada warga pesisir.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Rembang, Ali Syofii menegaskan tidak perlu melakukan penelitian lagi, karena sudah ada kajian terkait kandungan ikan buntal atau buntek.

Ali mengingatkan tiga bagian yang beracun, meliputi kulit, hati dan ovarium atau telur ikan. (Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!