Limbah Merkuri Ternyata Baru Hilang Setelah 10 Tahun

313

redaksi.co.id – Limbah Merkuri Ternyata Baru Hilang Setelah 10 Tahun

Wabah demam emas yang melanda California sudah berakhir lebih dari seabad lalu, tapi aktivitas pertambangan masif tersebut meninggalkan warisan buruk: merkuri. Jejak limbah merkuri masih ditemukan di sungai dan sedimentasi yang berpotensi meracuni hewan dan manusia. Kontaminasi limbah merkuri tersebut diperkirakan bakal bertahan selama 10 ribu tahun.

Ilmuwan menunjukkan adanya kontaminasi merkuri di Pegunungan Sierra Nevada. Pegunungan itu menjadi pusat pertambangan emas pada 1848-1884. Berton-ton sedimen yang terkontaminasi merkuri mengalir di sungai itu menuju lembah. Hasil studi itu dimuat dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Sekali dalam satu dekade biasanya terjadi banjir bandang yang membawa tumpukan sedimen dengan konsentrasi merkuri tinggi hingga ke Teluk San Francisco. “Itu adalah masalah besar karena ekosistem di Teluk San Francisco dan delta Sacramento terkontaminasi,” kata Michael Singer, ahli geologi dari Universitas California di Santa Barbara.

Setelah banjir bandang itu, sempat diprediksi bahwa racun merkuri sudah keluar dari sistem sungai. Namun studi yang dilakukan Singer dan koleganya menemukan fakta baru, bahwa masih banyak sedimen yang terkontaminasi merkuri meracuni daerah aliran sungai sampai Teluk San Francisco hingga 10 ribu tahun mendatang.

“Sedimen tersebut memang tersapu banjir bandang, tapi ada yang tersangkut di kelokan sepanjang sungai. Tanah tercemar ini terkubur di sana,” kata Singer.

Kondisi akan semakin parah ketika merkuri mencapai area delta Sacramento-Sungai San Joaquin, pertemuan Sungai Yuba dan beberapa sungai lain dari Sierra Nevada. Mikroba di delta mengubah merkuri menjadi methylmercury, bentuk organik dari logam berat yang bisa terakumulasi dalam tubuh hewan di area itu.

Persebaran merkuri semakin luas ketika hewan dan ikan kecil dimakan oleh binatang yang lebih besar. Konsentrasi merkuri di dalam tubuh hewan pun semakin tinggi. Ikan predator, seperti bass dan salmon, di teluk itu diketahui mengandung merkuri dengan konsentrasi tinggi. “Jumlah polusi merkuri sudah tinggi dan akan semakin buruk,” kata Manny Gabet, ahli geologi dari San Jose State University.

Merkuri adalah jenis logam berat yang dipakai penambang guna memisahkan emas dari sedimen yang mengikatnya. Awalnya, penambang menyemprot dinding bukit dengan air bertekanan tinggi. Sedimen mengalir pada kotak-kotak yang sudah diberi merkuri untuk mengikat emas. Sedimen yang tersisa dibuang ke sungai sehingga merkuri dalam jumlah besar juga ikut larut.

PROCEEDINGS OF THE NATIONAL ACADEMY OF SCIENCES | LIVE SCIENCE | AMRI MAHBUB

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!