BANYUWANGI TEBAR PESONA

 BANYUWANGI Redaksi.co.id Dalam beberapa tahun terakhir ini, kota di ujung Jawa Timur ini terus berbenah untuk pengembangan sektor pariwisatanya. Dahulu masyarakat luar hanya mengenal...

29 0

 

BANYUWANGI Redaksi.co.id Dalam beberapa tahun terakhir ini, kota di ujung Jawa Timur ini terus berbenah untuk pengembangan sektor pariwisatanya. Dahulu masyarakat luar hanya mengenal kawah Ijen dengan blue fire nya, serta Pantai Plengkung dan Pulau Merah yang seru ombaknya sehingga sering dipakai berselancar, maka kini mulai tampak tempat wisata menarik lainnya.

Di dalam kota misalnya, hanya menghabiskan waktu sekitar 15 menit, kita sudah bisa menikmati keindahan Pantai Boom. Tepat di depan mata terlihat Pulau Bali. Pantai Boom bisa dikatakan lokasi wisata baru, yang ditumbuhkembangkan Pemkab Banyuwangi dua tahun terakhir. Di saat akhir pekan, Pantai Boom begitu ramai dikunjungi masyarakat juga pendatang dari luar.

Bila mau lebih sepi dan berpetualang seru, bisa naik ke gunung untuk melihat Kawah Ijen bila cuaca sedang cerah alias tidak sedang musim hujan. Kawahnya ini akan mengeluarkan warna biru. Namun untuk menuju ke kawah Ijen, perlu stamina yang ekstra bugar. Karena, disamping kita harus sudah tiba paling telat jam 03.00 pagi lalu melanjutkan pendakian jalan kaki sekitar satu jam, juga kondisi badan yang harus fit. Tanjakan untuk pejalan kaki meski sudah ada jalurnya, tapi di saat dini hari menjelang Subuh penerang di jalan sangat minim. Belum lagi kita akan sering berjumpa dengan penambang belerang yang lalu lalang dengan memikul hasil tambangnya.

Tapi bila sudah mencapai puncak dan berhasil melihat kawah kebiruan, lega rasanya. Kawah ijen ini begitu terkenal hingga manca negara. Thomas, turis asal Polandia misalnya, begitu kepincut saat mendengar adanya kawah Ijen. Sayang, saat Thomas berhasil ke atas, cuaca sedang mendung campur kabut, sehingga tidak terlihat apa-apa.

Yang saya sayangkan adalah faktor kebersihan di kawasan wisata ini. Banyak pendatang makan dan minum lalu membuang bekasnya sembarangan, kritik Thomas.

Dan juga, penerang lampu serta kamar kecil untuk toilet juga tidak ada di atas. Ini membuat banyak pendatang atau turis kesulitan saat mau membuang hajat kecil.

Mau lihat aneka satwa dan hutan, Banyuwangi juga ada Taman Nasional Alas Purwo serta Baluran yang separuh wilayahnya masuk ke Kabupaten Situbondo. Bandara Blimbingsari yang kini sudah diterbangi maskapai Wings dan Garuda Indonesia, kian menambah mudah bagi siapapun yang ingin berkunjung ke banyuwangi lewat Surabaya atau Denpasar. Belum lagi keberadaan Pelabuhan Ketapang yang menghubungi Pulau Bali selama 24 jam dalam kondisi perairan normal. Juga angkutan bis antar kota dan propinsi selalu ada dari berbagai jurusan kota-kota besar.

Di 2015 ini, aneka festival wisata mulai dari seni dan budaya, kuliner, alam, sudah dikemas rapi sejak Januari hingga Desember. Jadi, masyarakat dalam dan luar negeri tinggal memilih acara wisata apa saja yang ingin dikunjungi ke Banyuwangi. Bila kemasan acara wisata ini terus ditata dengan rapi seiring dengan kesadaran masyarakatnya yang dikomandoi oleh Pemda, tidak menutup kemungkinan lima hingga sepuluh tahun kedepan potensi wisata Banyuwangi bisa menandingi Bali. (bri)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!