Bukan Sianida, Ini 5 Bahan Kimia Paling Mematikan di Dunia

176

redaksi.co.id – Bukan Sianida, Ini 5 Bahan Kimia Paling Mematikan di Dunia

Banyak bahan kimia berfsifat racun dan mematikan. Ketika seseorang diminta untuk menyebutkan racun, mungkin orang akan banyak menyebutkan sianida atau arsenik. Namun ternyata banyak yang lebih mematikan dibandingkan dua benda tersebut.

LD50 (Lethal dose, 50 persen) biasanya digunakan sebagai ukuran untuk menentukan toksisitas. Angka ini merujuk pada dosis yang diperlukan untuk mematikan 50 persen populasi. Bisanya, LD50 digunakan menggunakan skala per kilogram berat badan. Pada skala ini, racun natrium sianida keluar sekitar 6 mm per kg berat badan. Simon Cotton, dosen Universitas Birmingham menulis dalam The Conversation mengulas setidaknya ada 5 zat kimia paling bebahaya di dunia. Berikut ulasannya:

5. Risin

Risin adalah racun tanaman yang digunakan untuk membunuh Georgi Markov, penulis anti Bulgaria ketika diasingkan di London. Risin diperoleh dari biji tanaman jarak (Ricinus communis). Ketika mengekstrak minyak dari tanaman jarak, risin memiliki sifat padat. Risin adalah glikoprotein yang menganggu sintesis protein di dalam sel sehingga menyebabkan kematian sel. Risin memiliki LD50 sebanyak 1-20 miligram per kg berat badan jika tertelan. Namun, diperlukan jumlah yang lebih sedikit ketika risin digunakan dengan metode suntik atau hirup.

4. VX

VX adalah satu-satunya racun yang bisa disintesis. VX membunuh dengan mengganggu transmisi pesan saraf antar sel atau mengacaukan kerja asetilkolin, neurotransmiter yang dikendalikan oleh enzim asetilkolin eterase. VX dan agen saraf lainnya mengehentikan kerja enzim ini sehingga menyebabkan kontraksi otot

3. Batrachotoxin

Racun ini membunuh dengan mengganggu saluran ion natrium di dalam sel otot dan saraf. Racun ini menyumbat saluran ion sehingga tidak dapat menutup sehingga berdampak pada gagal jantung.

2. Maitotoxin

Ada sejumlah racun yang berasal dari laut. Misalnya saxitoxin yang umumnya menjadi penyebab kecarunan setah mengonsumsi kerang yang terkontaminasi. Racun ini sering dikaitkan dengan ganggang yang berbahaya di laut. Namun, ada yang lebih mematikan yakni maitotoxin. Racun ini dibentuk oleh dinoflagellata, semacam plankton laut yang memiliki tsruktur kimia yang sangat rumit. Betapa rumitnya struktur maitotoxin menyulitkan para ahli kimia untuk menyintesis zat ini dalam skala laboratorium. Racun ini bekerja dengan meningkatkan aliran ion kalsum melalui membran otot jantung yang mengakibatkan gagal jantung.

1. Botulinum toxin

Meski para ilmuwan berbeda pendapat mengenai tokisitas relatif suatu zat, ilmuwan sepakat bahwa botulinum yang dihasilkan oleh bakteri anaerob adalah zat paling beracun di dunia. LD50nya sangat kecil hanya 1 nanogram per kilogram berat badan bisa membunuh manusia. Racun ini pertama diidentifikasi di Jerman pada akhir abad ke 18. Ada bebrapa racun bitulinum. Tipe A adalah yang paling ampuh. Racun ini adalah polipeptida yang terdiri lebih dari seribu molekul asam amino yang bergabung bersama. Racun ini menyebabkan kelumpuhan otot dengan mencegah pelepasan asetilkolin.

lepas kendali. Orang yang terkena racun ini akan mengalami sesak napas.

(red/endarmono/l/idarto/HAS)

loading...

Comments

comments!