‎Masalah KPR Subsidi yang Perlu Diketahui Konsumen

redaksi.co.id - ‎Masalah KPR Subsidi yang Perlu Diketahui Konsumen Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akan melakukan kajian mendalam terkait prosedur atau proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR)...

21 0

redaksi.co.id – ‎Masalah KPR Subsidi yang Perlu Diketahui Konsumen

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) akan melakukan kajian mendalam terkait prosedur atau proses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi. Alasannya,YLKI telah menerima beberapa pengaduan yang merugikan konsumen terkait proses pengajuan KPRsubsidi.

Koordinator Pengaduan dan Hukum YLKI Sularsi mengatakan, YLKI telah menerima pengaduan dari konsumen yang intinya terjadi perubahan mekanisme dari sistem KPR subsidi menjadi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) biasa.

“Jadi semula skemaKPR subsidi tapi kemudian tahun depan itu sudah menjadi KPR komersial. Ini sudah terjadi. Ada laporan pengaduan yang diterima YLKI,” kata dia kepada Liputan6.com, seperti ditulis Minggu (17/4/2016).

Dalam kajian tersebut, YLKIjuga bakal menyoroti tindak lanjut dari pengembang yang gagal dalam penyediaan rumah subsidi.

“Ini ada kasus juga, kalau misalnya KPR subsidi maka pemerintah menentukanpengembangnya, pengembangsi A dan B. Nah, kalau gagal bangun itu apa yang harus dilakukan,” lanjut dia.

Sularsimengatakan, memang pengaduan yang masuk ke YLKI saat ini masih sedikit. Namun, hal tersebut tak menutup kemungkinan adanya pengaduan yang lain.

Saat ini, YLKI sendiri baru mengkaji permasalahan KPR secara umum. Dia bilang, perlu ada kajian tersendiri untuk rumah KPR subsidi.

“Kita memang belum kaji KPR subsidi, ini adalah kita mau capture umum dari kasus yang masuk YLKI. Kalau yang subsidi next time,” kata dia.

YLKI juga bakal menyoroti kualitas rumah yang diberikan pengembanguntuk rumah subsidi. Dia pun berpesan, konsumen mesti meminta kepastian kualitas untuk rumah subsidi yang akan dibeli.

“Makanya kalau membeli harus melihat perjanjian dari pengembang kualitasbangunan seperti apa harus ada dalam perjanjianjangan mau secara lisan,” tutup Sularsi.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!