Andik Vermansah Buka Rahasia Jadi Raja Assist di Selangor

180

redaksi.co.id – Andik Vermansah Buka Rahasia Jadi Raja Assist di Selangor

Setelah absen sekitar tiga minggu karena dibekap cedera hamstring,Andik Vermansah menunjukkan kemampuan terbaiknya saat kembali berlaga di lapangan. Bintang Selangor FA asal Indonesia itu kembali menjadi raja assist bagi timnya di pentas Liga Malaysia 2016.

Andik mengaku, apa yang ia lakukan semata-mata demi tim. Maklum, selama cedera dan timnya menderita kekalahan di sejumlah pertandingan. Hal itu membuat Andik merasa tersiksa.

Karena itu, saat ia sembuh dari cedera yang melilitnya, Andik berambisi untuk memberikan kontribusi penting di setiap pertandingan yang dijalani The Reds Giant.

Selain ingin berperan besar di setiap sukses yang diraih timnya, Andik juga termotivasi untuk membuktikan bahwa permainannya sekarang sudah lebih dewasa.

Dulu saya dikritik karena terlalu individu, sejak bermain di Selangor FA, saya punya tekad kuat untuk mengubah permainan saya, kata pemain bernomor punggung 23 tersebut saat dikontak bola.com via telepon internasional, Minggu (17/4/2016).

Andik sendiri ingin memperlihatkan pada semua orang yang dulu pernah mencelanya lantaran kerap merugikan tim yang dibelanya akibat terlalu individu.

Tampaknya, upayanya itu tak sia-sia karena kini ia lebih baik mengoper bola ketimbang memaksakan diri melakukan penetrasi, di kala penjagaan ketat dilakukan pemain lawan pada dirinya.

Menekan ego serta berlatih keras dianggap sebagai kunci keberhasilannya. Andik merasa, pada awalnya memang susah untuk mengubah cara bermain yang sudah melekat pada dirinya bertahun-tahun lamanya.

Namun, usaha pantang menyerah membuat penyerang sayap yang sering dijuluki Messi Indonesia itu akhirnya mampu tak lagi ingin terlihat menonjol melalui aksi individu serta gol yang ia cetak.

Saya menyadari, berkontribusi pada tim itu tidak hanya melalui gol saja. Memberikan umpan matang pada rekan yang berada di posisi lebih baik untuk mencetak gol jauh lebih penting, terang pemain kelahiran Jember, 24 November 1991 tersebut.

Soal umpan-umpannya akuratnya, Andik mengaku, menambah jam latihan sendiri jika tidak ada jadwal latihan (minimal setengah jam) membuat Andik kini mempunyai umpan yang terukur.

Saya banyak meniru apa yang dilakukan pemain-pemain di luar negeri. Misalnya menendang bola dengan beberapa sasaran yang berbeda berkali-kali, katanya.

Anak ketiga dari pasangan Saman (ayah) dan Jumaiyah (ibu) itu pun berharap, para pemain muda lebih memahami posisi dan perannya. Tanpa kesadaran itu, sulit bagi seorang pemain bisa menekan ego.

Kendala terbesar pemain muda itu sulit menepikan egonya. Maunya cetak gol, tapi dia lupa posisi, peran dan fungsinya bagi tim, ujar sebut pesepak bola lulusan SMA Sejahtera, SurabayaSelangor FA tersebut.

(red/iti/mi/anik/SUH)

loading...

Comments

comments!