Polisi Razia Dokumen di Pelabuhan Tanjung Bonang

 REMBANG Redaksi.co.id - Jajaran Polres Rembang, menggelar razia dokumen dan kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Bonang, di tepi jalan Pantura, turut Desa Sendangmulyo, Kecamatan...

48 0

 

REMBANG Redaksi.co.id – Jajaran Polres Rembang, menggelar razia dokumen dan kendaraan yang beroperasi di Pelabuhan Tanjung Bonang, di tepi jalan Pantura, turut Desa Sendangmulyo, Kecamatan Sluke, Jumat (27/3) siang sekitar pukul 10.00.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dalam razia itu juga dilakukan penyegelan. Namun meski membenarkan adanya razia, pejabat terkait membantah adanya penutupan pelabuhan oleh aparat Polres Rembang.

Belum ada keterangan yang jelas terkait razia yang digelar di lahan bongkar muat pelabuhan tersebut maupun kaitanya dengan polemik legalitas pelabuhan. Namun razia diduga terkait aksi penghadangan rombongan Gubernur Ganjar Pranowo yang dilakukan warga di Jalur Pantura depan pintu masuk pelabuhan Tanjung Bonang, Rabu (25/3) yang lalu.

Berdasarkan informasi yang didapat, dalam razia yang digelar selama satu jam tersebut polisi memeriksa kelengkapan dokumen perijinan sejumlah perusahaan yang beroperasi di lokasi pelabuhan Tanjung Bonang.

Tak hanya itu, Polisi juga mengamankan setidaknya tujuh truk milik empat perusahaan yang beroperasi di sekitar pelabuhan diantaranya, tiga truk milik CV Wahyu Bumi Pertiwi, satu unit truk milik CV Istana, satu truk milik PT Argawastu dan Empat truk milik PT Amir Hajar Kilsi.

Berdasarkan sumber terpercaya, polisi juga mengamankan dua orang karyawan PT Samudera Bahari Alam Persada (SBAP). Masing-masing Burhan, master Jetty PT SBAP, dan seorang petugas Elpido security PT SBAP untuk dimintai keterangan.

Manager Administrasi dan Keuangan PT Argawastu Muhamad Suparwi saat dikonfirmasi melalui pesan singkat menjelaskan semua dokumen perijinan mulai dari IUP CNC hingga retrebusi ke pemerintah daerah telah ditunjukkan ke petugas penyidik Polres Rembang semua lengkap.

Ya ini saya baru saja usai dimintai keterangan di kantor polisi. Diminta datang dengan menunjukkan seluruh dokumen perijinan ,ungkapnya.

Saat disinggung bagaimana dan dengan siapa PT Argawastu membayar jasa pengiriman dan stockpile batu bolder di pelabuhan Tanjung Bonang Sluke Parwi mengaku tidak tahu menahu.

Soal pembayaran itu urusan si bos yang di atas. Pertanyaan sampaen sama dengan yang ditanya serse, tugas saya hanya menyediakan batu bolder sebanyak mungkin. Detahu saya sekarang yang mengurus pelabuhan Tanjung Bonang. PT Samudra Bahari Alam Persada (SBAP) milik pak Salim,bebernya.

Kapolres Rembang AKBP Muhamad Kurniawan saat dikonfirmasi menjelaskan razia yang digelar itu bertujuan untuk pengecekan kelengkapan dokumen saja.

Razia di pelabuhan Tanjung Bonang yang dilakukan guna pengecekan kelengkapan dokumen sejumlah perusahaan agar kami tahu aktivitas apa saja yang dilakukan sejumlah perusahaan hari ini, ungkapnya.

Sementara itu terpisah Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Rembang, Suyono membenarkan adanya razia tersebut. Namun demikian, dia menjelaskan bahwa razia tersebut dilakukan tidak untuk menutup atau menyegel pelabuhan tetapi hanya razia biasa.

Benar polisi memang tadi di pelabuhan, tetapi mereka hanya menggelar razia kendaran biasa. Bukan untuk menutup pelabuhan, sebab menutup pelabuhan harus atas rekomendasi Gubernur Jawa Tengah, tegasnya, yang mengaku baru mengetahui jika ada razia di pelabuhan dari wartawan.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Hamzah Fathoni, mengaku belum mengetahui tentang pemeriksaan dokumen perijinan sejumlah perusahaan yang beroperasi, maupun diamankannya sejumlah kendaraan berat di pelabuhan setempat

“Wah belum tahu saya, mas” ungkapnya saat dihubungi Redaksi.co.id.

Menurutnya, razia yang dilakukan Polres bukan wilayah kewenangan Pemerintah Kabupaten Rembang. Dia pun enggan menanggapi lebih lanjut,(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!