Mau Cari Hal Beda di Bali? Kunjungi Rumah Desa

 TABANAN Redaksi.co.id Letak persisnya di Desa Baru, Banjar Baru, Marga, Kabupaten Tabanan. Dari kota Denpasar ditempuh sekitar satu jam atau 27 kilometer dengan mobil...

63 0

 

TABANAN Redaksi.co.id Letak persisnya di Desa Baru, Banjar Baru, Marga, Kabupaten Tabanan. Dari kota Denpasar ditempuh sekitar satu jam atau 27 kilometer dengan mobil dan motor. Suasananya memang seperti di desa umumnya. Saat kita memasuki halaman depan, belum tampak ada sesuatu yang unik di dalamnya.

I Wayan Sudiantara, pengelola Ruma Desa, biasanya dengan sangat ramah menyambut di halaman depan. Kemudian ia menceritakan sejarahnya Rumah Desa sekaligus bagaimana budaya Bali itu berkembang sejak dahulu hingga kini. Setelah sekitar 15 menit bercerita kepada para tamu, barulah diajak ke halaman tengah.

Di sinilah aktifitas utama yang akan dipertontonkan kepada para tamu. Di ruang ini ada semacam pendopo, di mana pengelola Rumah Desa akan menjelaskan beberapa benda bersejarah di Bali. Kemudian kita diajak juga untuk melihat tradisi memotong buah kelapa. Bila jam menunjukkan waktu makan siang, maka kita diajak untuk mencicipi berbagai makanan khas Bali, seperti Sup Jukut Gedang (sup tuna), Sate Lilitikan (ayam dan sapi), Ayam Betutu, Babi Kecap Manis, dan lain-lain.

Setelah santap siang, kita diajak keliling untuk melihat persawahan yang berada di halaman belakang. Rumah Desa juga ada tempat membikiin kopi, karena tanah di sekitarnya sangat subur dengan beraneka tanaman (buah markisa, melon, dan lain-lain).

Ide awalnya memang kita ingin membangun sebuah desa dengan kearifan lokalnya. Jadi daripada membangun di kota yang sudah terbangun, ya kita ingin memelihara desa ini. Kekayaan kita adalah warisan budaya, kata I Wayan Sudiantara kepada Redaksi.co.id. Berkembang sekitar empat tahun lalu, Rumah Desa sudah mulai banyak dikunjungi tamu dari dalam dan luar negeri.

Paket untuk wisata di Rumah Desa ada beberapa jenis. Yang utama memang ada kursus singkat memasak menu khas Bali, Para tamu tak sekedar diajari memasak, tapi juga diajak ikut belanja ke pasar bahan-bahan mentahnya. Jadi memang seru. Lalu ada juga paket untuk keliling ke sawah dengan sepeda atau jalan kaki, paket bulan madu atau acara tertentu dengan diiringi budaya Bali, dan lain sebagainya.

Untuk sementara memang baru tersedia tiga kamar di halaman Rumah Desa. Tapi jangan salah, rumah penduduk sekitarnya, juga diberdayakan untuk menerima tamu yang mau menginap. Kita ajak juga masyarakat sekitar untuk terbiasa menerima tamu yang datang dan menginap, sambun g Mendra Astawa, pegiat pariwisata asal Bali yang juga turut mempromosikan Rumah Desa.

Harga yang ditawarkan ke tamu juga beraneka dan berbeda antara wisatawan dari dalam dan luar negeri. Untuk lengkapnya, bisa lihat di websitenya: www.rumahdesa.com (bri)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!