Kekayaan Alam Australia Ditaksir Bernilai Rp 60 Ribu Triliun

redaksi.co.id - Kekayaan Alam Australia Ditaksir Bernilai Rp 60 Ribu Triliun Biro Statistik Australia (ABS) untuk pertama kalinya membuat indikator lingkungan hidup suatu lokasi dan menaksir...

12 0

redaksi.co.id – Kekayaan Alam Australia Ditaksir Bernilai Rp 60 Ribu Triliun

Biro Statistik Australia (ABS) untuk pertama kalinya membuat indikator lingkungan hidup suatu lokasi dan menaksir nilainya dalam aktivitas ekonomi. Nilai kekayaan alam Australia ditaksir mencapai hampir enam triliun dolar AS (sekitar Rp 60 ribu triliun).

Nilai kekayaan alam tersebut, menurut ABS, mengalami kenaikan hampir dua kali lipat dari sekitar tiga triliun dolar pada 2006 menjadi 5,8 triliun dolar di 2015. Angka ini menggambarkan aset alamiah yang memicu kegiatan ekonomi seperti bahan tambang mineral, hutan, pertanian, serta air bersih.

Profesor Mike Young dari University of Adelaide menyambut baik pengumuman ABS ini.

“Sejak dahulu kita tidak pernah memperhatikan aset lingkungan kita secara layak, aset-aset alamiah yang menopang kehidupan kita,” katanya.

ABS menyebutkan dalam periode dua dekade hingga 2014, aktivitas ekonomi telah meningkat 73 persen. Sedangkan dalam periode yang sama penggunaan air mengalami penurunan.

Prof Young mengatakan, memang periode tersebut bertepatan dengan terjadinya kekeringan berkepanjangan sehingga memaksa diberlakukannya efensiensi penggunaan air.

“Australia tampaknya menjadi negara paling piawai dalam efisiensi penggunaan air,” katanya.

Namun dia menambahkan, pada saat bersamaan Australia juga mengalami peningkatan produksi limbah. Untuk setiap satu dolar AS nilai aktivitas ekonomi, nilai limbahnya mencapai lima sen atau separuhnya. Dengan laporan ABS ini, diharapkan pengambil kebijakan di masa depan yang lebih terbantu.

“Australia mau tidak mau harus brhati-hati dalam menangani nilai kekayaan alamnya yang meningkat. Hal ini harus dimanfaatkan bagi kekayaan perkapita penduduknya tetap sama atau lebih meningkat lagi,” kata Young.

(red/ega/wi/riesta/VDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!