Kapten Leicester Beberkan Kisah Pilu Masa Lalu

redaksi.co.id - Kapten Leicester Beberkan Kisah Pilu Masa Lalu Perjalanan Leicester City menaklukkan Liga Premier Inggris mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa. Usai menjuarai Divisi Championship...

11 0

redaksi.co.id – Kapten Leicester Beberkan Kisah Pilu Masa Lalu

Perjalanan Leicester City menaklukkan Liga Premier Inggris mencuri perhatian pecinta sepak bola Eropa. Usai menjuarai Divisi Championship dua musim lalu, Leicester terus mengancam tim-tim elit hingga sampai di posisi puncak klasemen sementara saat ini.

Seorang produser film di Inggris bahkan berniat untuk membuat film kebangkitan The Foxes. Tak tanggung-tanggung, aktor Hollywood Robert de Niro dibidik sebagai calon pemeran manajer Claudio Ranieri.

Di luar kisah tim secara keseluruhan, ada cerita pilu dari kapten Leicester Wes Morgan. Bek 32 tahun asal Kota Nottingham ini rupanya harus melalui kehidupan keras di masa kecil sebelum bisa setenar seperti sekarang.

Seperti yang diberitakan Daily Mail pada Sabtu (16/4/2016) malam, dia menghabiskan sebagian besar kariernya di Divisi Championship, baik bersama Nottingham Forest maupun Leicester sampai 2014 lalu.

“Musim lalu adalah penampilan pertama saya di Liga Premier dan kami hanya menghindari degradasi, tentu saja, semua ini tak pernah terlintas di benak saya,” kata Morgan.

Morga bermain untuk Nottingham sejak 2002 hingga 2012. Namun, klub juara Piala Champions dua kali itu sempat meminjamkannya ke Kidderminster Harriers FC yang kini bermain di Divisi Lima Liga Inggris.

Tumbuh dan besar di Nottingham, Nottinghamshire, Morgan tak serta merta diterima masuk klub kebanggaan warga kota itu. Dia ditolak akademi Nottingham Forest pada usia 15 tahun lalu memilih Notts County sebagai pelabuhan pertamanya.

“Pada saat itu, Anda tidak tahu tentang uang atau kemewahan dalam hidup. Anda sangat senang dengan apa yang Anda miliki, dan saya jadi anak bahagia dengan apa yang saya miliki,” tutur Morgan.

Dari gaji orang tua yang bekerja di panti jompo, Morgan dapat mensyukuri apapun yang diterimanya. Dia selalu punya sebuah bola untuk selalu dimainkan, benda yang juga menghindarinya dari lingkungan penuh kriminalitas.

“Jika Anda dari Nottingham, semua orang telah mendengar tentang The Meadows. Ini adalah daerah yang keras, dikenal karena obat-obatan, kejahatan, bahkan senjata.”

“Teman-teman saya kedapatan terlibat dengan hal-hal semacam itu, dan masuk penjara, tapi saya selalu punya bola. Kami bermain di depan kebun orang, garasi mobil, taman umum, benar-benar di mana saja. Kami bermain di setiap kesempatan yang kami punya,” Morgan mengakhiri.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!