Djanur Buka-bukaan soal Pekerjaannya di Inter Milan

redaksi.co.id - Djanur Buka-bukaan soal Pekerjaannya di Inter Milan Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjamanmengaku mendapat banyak pelajaran yang dipetik selama tiga bulan berada di markas...

49 0

redaksi.co.id – Djanur Buka-bukaan soal Pekerjaannya di Inter Milan

Mantan pelatih Persib Bandung, Djadjang Nurdjamanmengaku mendapat banyak pelajaran yang dipetik selama tiga bulan berada di markas Inter Milan, Italia. Djanur, sapaan akrabnya, langsung terlibat dalam tim junior Inter Milan, seperti U-17, U-18, dan U-19, dan kadang-kadang tim seniornya, Inter Milan.

“Tidak terasa saya tiga bulan di sana (Italia), dan banyak ilmu yang saya dapat. Saya harap bisa diterapkan di sini (Bandung). Saya termasuk orang yang beruntung karena di sana saya bisa mengikuti program latihan hari demi hari program latihan mereka,” ujar Djanur di kediamannya, Antapani Bandung, Kamis (14/4/2016).

Diakui Djanur, selama di markas Inter Milan, ia diberi kesempatan untuk melatih dan melakukan pengamatan, mulai dari tim junior hingga senior, sesuai program yang sudah disiapkan oleh tim pelatih Akademi dan tim senior Inter Milan.

“Saya yakin saya dapat apa yang saya inginkan untuk diterapkan di sini. Walaupun kalau berbicara soal sarana dan prasarana jauh sekali dengan di sini,” ucap Djanur.

Inter memiliki dua pemusatan latihan, satu untuk tim junior dan satu lagi khusus untuk senior.

“Tapi pemusatan latihan itu dua-duanya sangat luar biasa. Yang di akademi saja ada 8 lapangan, itu selalu ada sintetis dan original, belum lagi fasilitas gym yang memadai untuk sebuah klub. Jadi itu yang sangat membedakan dengan klub Indonesia,” jelas Djanur.

Setiap kelompok usia di markas Inter Milan, lanjut Djanur,masing-masing ada Direktur Metodologi. Tugasnya untuk mengatur program latihan dari hari ke hari. sementara, improvisasi di lapangan tetap diatur oleh sang pelatih.

“Tapi yang paling terkesan bagi saya adalah taktik mereka. Usia 15 tahun saja sudah tahu taktik bagaimana cara bermain bola yang benar, bagaimana cara menyerang dan bertahan. Itu yang menonjol dari mereka,” ujar Djanur lagi.

Bahkan, kata Djanur, ada beberapa metodologi latihan yang baru dan belum pernah diterapkan di Indonesia, sehingga ia pun mendokumentasikan untuk bekal jika kembali ke Indonesia.

“Setiap ada hal yang baru pasti saya dokumentasikan, baik dengan bentuk foto maupun video. Memang pembinaan di sana benar-benar berjalan dengan baik dan serius sehingga sangat wajar usia 15 tahun pun gaya bermainnya sudah luar biasa,” jelas Djanur.

Pelatih yang membawa Persib juara ISL 2014 dan Piala Presiden 2015 ini rencananya akan kembali ke Italia, pada medio Mei nanti. Ia mengaku dijadwalkan sampai Desember 2016 berada di Markas Inter Milan.

“Saat ini masih mengurus perpanjangan visa dan surat-surat lainnya. Mudah-mudahan saya semakin banyak menerap ilmu sepak bola di sana,” harap Djadjang Nurdjaman.

(red//ur/sikin/MNA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!