Orang Tua Murid Keluhkan Pungli di MTSN Bantar Gebang

BEKASI Redaksi.co.id – Kepala Sekolah MTSN Bantar Gebang Kota Bekasi dituding telah melakukan pungutan liar (pungli) dengan dalih utk kegiatan Try Out, Bimbingan Belajar (Bimbel) dan perpisahan.

129 0

BEKASI Redaksi.co.id – Kepala Sekolah MTSN Bantar Gebang Kota Bekasi dituding telah melakukan pungutan liar (pungli) dengan dalih utk kegiatan Try Out, Bimbingan Belajar (Bimbel) dan perpisahan.

Menurut sejumlah orang tua siswa, besarnya pungutan itu, Rp 260,000 untuk Bimbingan Belajar dan Rp 190,000 untuk Try Out, alat ATK siswa, foto diri siswa dan sampul ijazah siswa.

Salah satu orang tua murid yang bernama Hartono menyesalkan dan merasa keberatan adanya pungutan tersebut.

“Kenapa masih ada biaya seperti ini lagi. Kalau memang ada pungutan biaya seperti ini harus dimusyawarahkanlah sama orang tua siswa, jangan tiba-tiba orang tua menerima surat pemberitahuan tentang perpisahan,bimbel dan Try Out dari pihak sekolah tanpa ada musyawarah terlebih dahulu,” ungkapnya kepada Redaksi.co.id, Minggu malam (29 Maret 2015).

Yang mengherankannya, adanya uang pungutan untuk perpisahan yang harus dibayar murid-murid dari kelas satu sampai kelas tiga. “Padahal acara perpisahan mestinya kan untuk kelas tiga saja. Sudah begitu, pihak sekolah memutuskan pungutuan itu sepihak, tanpa mengajak orang tua murid bermusyawah. Kalau orang tuanya gak punya duit gimana,”katanya.

Penggiat Anti Korupsi L. Capah berharap Kepala Kantor Kementrian Agama Kota Bekasi menindak tegas oknum kepala MTSN Bantar Gebang Bekasi yang melakukan pungutan liar tanpa ada dasar hukum yang jelas.

“Apapun jenis pungutan yang dilakukan oleh pihak sekolah MTSN Bantar Gebang ini kalau memang tidak jelas dasar hukumnya dan menyalahi aturan ini sudah jelas sebagai bentuk penyalah gunaan wewenang. Ini merupakan praktek korupsi,” katanya.

Penggiat Anti Korupsi ini juga meminta kepada Kepala Kantor Kementriaan Agama Kota Bekasi untuk bisa mengkaji ulang penempatan Kepala Sekolah MTSN Bantar Gebang jika memang terbukti melakukan pungutan liar kepada siswa-siswinya. (Pandi)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!