Gelar spanduk di TPI, Nelayan Lamongan Protes Permen No 1 dan No 2 Menteri Kelautan

LAMONGAN Redaksi.co.id – Setelah beberapa pekan lalu para nelayan menggelar aksi demo besar-besaran di Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk menolak PERMEN KP No.1 dan No.02, para nelayan...

57 0

LAMONGAN Redaksi.co.id – Setelah beberapa pekan lalu para nelayan menggelar aksi demo besar-besaran di Kementrian Kelautan dan Perikanan untuk menolak PERMEN KP No.1 dan No.02, para nelayan dari Lamongan, kali ini menggelar aksi pasang spanduk di setiap TPI (Tempat Pelelangan ikan).

Spanduk yang berisikan tentang penolakan PERMEN KP no.01 dan 02 itu dipasang dari Desa Weru hingga Desa Lohgung, Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan.

Menurut para nelayan, spanduk tersebut sengaja dipasang agar Menteri Kelautan paham akan nasib nelayan khususnya Brondong-Paciran.

“Aturan itu bagus, tapi bu menteri tidak paham tentang ikan dan jaring, khususnya rebon dan udang,” ujar Wanto kepada Redaksi.co.id, Minggu malam (29 Maret 2015).

Dikatakannya, rebon itu ya rebon. Bentuknya tetap kecil, dan tidak akan bisa jadi udang.

“Alat tangkap disini sudah dimodifikasi tidak lagi menyalahi aturan, namun penyebutan namanya saja yang sama,” imbuh wanto.

Ketua HNSI Lamongan Agus Mulyono juga angkat bicara tentang hal ini. Masalah PERMEN ini, katanya, menyangkut perut para nelayan.

“Dan kami adalah penyumbang devisa negara terbesa. TPI Brondong adalah pelelangan terbesar Nusantara dan nelayan kami sudah memodifikasi alat tangkap. Tak hanya itu saja, para nelayan juga memasang rumpon (sebangsa karang buatan). Ini membuktikan, nelayan kami juga turut melestarikan alam, dan tidak serta merta merusak sumber daya alam laut,” ungkap Agus yang juga Kepala Desa Kandang Semangkon, Kecamatan Paciran, Kabupaten Lamongan.(Angga Mega)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!