Aturan Bank Indonesia Soal 7-day Cocok Menjelang Lebaran

redaksi.co.id - Aturan Bank Indonesia Soal 7-day Cocok Menjelang Lebaran Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih menilai kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dengan mengubah acuan dari BI...

28 0

redaksi.co.id – Aturan Bank Indonesia Soal 7-day Cocok Menjelang Lebaran

Ekonom Universitas Indonesia, Lana Soelistianingsih menilai kebijakan yang dilakukan Bank Indonesia dengan mengubah acuan dari BI Rate menjadi 7-day Repo Rate merupakan langkah yang tepat saat ini.

“Dari sisi momentum sangat pas karena menjelang Lebaran dan tahun ajaran baru,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu, 16 April 2016. Dengan memindahkan titik acuan kebijakan BI Rate yang berjangka tenor 12 bulan ke tenor yang berjangka lebih pendek, yakni tujuh hari, kata dia, akan berdampak pada penurunan cost advan. Bila cost advan turun, bank juga akan menurunkan suku bunga kreditnya. Ini, membuat pengusaha berani mengambil kredit. Lana menambahkan, 7-day Repo Rate ini suku bunganya sangat dekat dengan suku bunga antar bank. Dengan demikian, bank tak lagi memiliki alasan untuk memberikan cost advan yang tinggi. Harapannya dengan kebijakan ini kan kredit jadi meningkat, tutur Lana.

Menurutnya, kebijakan tersebut terasa sangat pas tatkala diterapkan menjelang Lebaran dan tahun ajaran baru. Ekonomi Lebaran itu luar biasa, kata dia. Lana mengilustrasikan, bila bukan jelang Lebaran dan tahun ajaran baru,produsen akan ogah ambil kredit karena konsumen menunda pembelian. Tidak ada konsumen yang mau membelanjakan uangnya. Bila bukan momen Lebaran, kata dia, kebijakan ini kemungkinan besar tidak akan berdampak. Pada kuartal pertama saja ekonomi melambat padahal BI Rate turun, ucapbya.

Dia berpendapat, kebijakan ini merupakan usaha positif dari Bank Indonesia. Namun Lana berpesan, untuk melihat apakah kebijakan ini efektif atau tidak tetap harus membutuhkan waktu guna melihat prosesnya. Sekitar enam bulan kemudian tetapi akan berbeda pada setiap bank, tutur Lana. Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan, reformulasi kebijakan ini dilakukan untuk meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter. Ia menyampaikan, penguatan operasi moneter ini tidak mengubah sikap (stance) kebijakan moneter yang sedang diterapkan

. Adapun perubahan suku bunga kebijakan ini berlaku efektif sejak 19 Agustus 2016. Dalam masa transisi sampai dengan sebelum 19 Agustus 2016, Bank Indonesia akan tetap menggunakan BI Rate sebagai suku bunga kebijakan. Dalam periode yang sama, BI akan mulai mengumumkan BI 7-day Repo Rate sebagai bagian dari suku bunga operasi moneter (term structure).

(red/udianto/R)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!