Ungkap Perbudakan di Indonesia, AP Raih Emas Pulitzer Prize

91

redaksi.co.id – Ungkap Perbudakan di Indonesia, AP Raih Emas Pulitzer Prize

Wartawan Associated Press (AP) meraih medali emas the Pulitzer Prize untuk kategori pelayanan publik, Senin (18/4). Seperti dilansir The New York Times, karya AP yang mendapat finalis penghargaan bergengsi itu, merupakan berita berseri mengenai perbudakan yang terjadi di wilayah perairan Indonesia.

Berita investigasi itu berjudul “Sajian Laut dari Para Budak (Seafood From Slaves), tayang sejak 25 Maret 2015. Berkat penayangan itu, sekitar 2.000 pekerja paksa akhirnya bebas. Penghargaan ini merupakan ke-52 kalinya dimenangkan AP.

Karya Robin McDowell dan tim AP ini juga disebut-sebut sukses mengubah kebijakan pemerintah Amerika Serikat (AS) dan sejumlah negara mengenai impor ikan laut. Sebab, ada desakan dari publik yang tak ingin mereka memakan hasil tangkapan para pekerja luar negeri yang tersiksa.

Investigasi Associated Press mengungkap buruh kerja paksa dan perdagangan orang di industri perikanan Asia Tenggara. Tim jurnalis mendatangi sebuah kawasan terpencil di kepulauan Indonesia, di mana kami (tim jurnalis) mewawancarai orang-orang yang disekap dan dipaksa untuk mencari ikan, demikian kutipan pembukaan berita AP tersebut.

Ekspose laporan investigasi AP juga sempat menghentak pemerintah Indonesia, 26 Maret 2015. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menegaskan, perbudakan tak dilakukan entitas asal Indonesia, melainkan oleh perusahaan perikanan PT Benjina Pusaka Resources yang berinduk di Thailand. KKP menyebut, PT BPR merupakan pelaku illegal fishing yang berdalih menggunakan nama lokal Indonesia.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

loading...

Comments

comments!