Lokasi Tambang PT Semen Indonesia Tindih Ijin WIUP Dan IUP Milik Belasan Pengusaha Tambang Lawas

 REMBANG Redaksi.co.id - Rasa kekawatiran pengusaha tambang di Rembang akibat indikasi kekeliruan pemberian Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Explorasi Semen...

87 0

 

REMBANG Redaksi.co.id – Rasa kekawatiran pengusaha tambang di Rembang akibat indikasi kekeliruan pemberian Wilayah Ijin Usaha Pertambangan (WIUP) dan Ijin Usaha Pertambangan (IUP) Explorasi Semen Indonesia (SI) semakin membesar. Akibatnya beberapa pelaku usaha tambang batu gamping di wilayah Kecamatan Sale dan Kecamatan Gunem mulai merasa khawatir.

Berdasarkan informasi yang berkembang, belasan pengusaha tambang lawas khawatir akan kemungkinan kesulitan saat melakukan perpanjangan legalitas penambang serta aktivitas menambang batuan dikarenakan saat ini terkangkangi WIUP dan IUP Explorasi Semen Indonesia. Padahal pengusaha tambang lawas ini sudah puluhan tahun beroperasi namun kemudian ditindih oleh perijinan baru PT Semen Indonesia.

Pimpinan Proyek PT Sinar Asia Fortuna (SAF) Ir Armunantio saat dikonfirmasi Senin (30/3) menjelaskan bahwa dirinya mengetahui jika Semen Indonesia telah mengangkangi lahan penambang, salah satunya adalah lahan Milik Perusahaan yang ia kelola.

Menurutnya, lebih detail bisa menanyakan langsung persoalan itu ke Dinas ESDM Kabupaten Rembang.

Dia melanjutkan bahwa PT SAF tetap ingin kerja sesuai dengan IUP yang telah dimiliki beberapa perusahaan belum lama ini pernah melakukan pertemuan dengan PT SI dan Dinas ESDM di yang di fasilitasi oleh DInas ESDM Provinsi Jawa Tengah.

“Seperti yang sudah saya sampaikan ke ESDM Provinsi dan PT SI bahwa PT SAF tetap ingin kerja sesuai IUP yang telah dimiliki,” tegas Armunanto .

Di lain tempat, Ketua Asosiasi Pengusaha Tambang (ASPENTA) Kabupaten Rembang, Badri, saat dikonfirmasi perihal tumpang tindih ijin tambang ini berkata sudah mendengar namun belum tahu pastinya.

“Saya belum tahu pastinya, karena selama ini juga PT SI belum pernah mengajak ketemu bareng dengan para pengusaha tambang, jika memang tumpang tindih maka perlu koordinasi, karena pengusaha tambang nanti pasti kesulitan beroperasi”, jelasnya.

Dari beberapa keterangan yang dihimpun, kekhawatiran utama belasan pengusaha tambang yakni dampak yang akan muncul terkait legalitas aktivitas penambangan. Hal itu juga menyangkut hajat hidup orang banyak, termasuk para pekerja lokal yang sehari-harinya hidup dari tambang. Bila aktivitas penambangan terhenti, ribuan pekerja yang sehari-harinya hidup dari pertambangan di dua Kecamatan Sale dan Gunem ini terancam dirumahkan dan belum tentu diterima kerja di SI nantinya.

Pernyataan berbeda oleh Kepala Bidang Mineral Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Biyantoro melaui Kasie nya, Sunardi, saat dikonfirmasi berkata agar menghubungi Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Rembang, dikarenakan di tangan beliaulah semua perijinan tambang terlahir.
“Persisnya tanyakan ke Ketua BKPRD,”tegasnya singkat.

Sementara itu sekretaris BKPRD Hary Susanto saat dikonfirmasi membenarkan adanya ijin Lokasi Tambang PT Semen Indonesia menindih ijin tambang lama milik pengusaha lawas.

Ia menjelaskan, WIUP dan IUP eksploitasi dan produksi milik belasan pengusaha lawas itu terbit sebelum adanya perda tata ruang yang saat itu masih ditangani Dinas ESDM.

“Untuk memecahkan persoalan itu dalam waktu dekat kami akan mempertemukan pengusaha tambang lawas dengan PT Semen Indonesia yang difasilitasi Dinas ESDM Provinsi Jawa Tengah,terangnya .(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!