Kepala Dinas PU Manggarai Barat Agustinus Tama Awali Karir dari Penjaga Pintu Air Irigasi

 JAKARTA Redaksi.co.id – Siapa sangka jika perjalanan karir Agustinus Tama yang kini menduduki posisi penting di kabupaten Manggarai Barat, diawali dari posisi yang paling rendah?

111 0

 

JAKARTA Redaksi.co.id – Siapa sangka jika perjalanan karir Agustinus Tama yang kini menduduki posisi penting di kabupaten Manggarai Barat, diawali dari posisi yang paling rendah?

Ya. Agustinus Tama, ST, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), 35 tahun lalu, memang mengawali karirnya sebagai pegawai penjaga pintu air irigasi, tahun 1979. Statusnyapun masih pegawai harian. Dan baru tahun 1980, dia resmi menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Atas dedikasi dan pengabdiannya yang menunjang pembangunan itulah, lembaga independen Citra Prestasi Anak Bangsa (CPAB) menganugerahkan penghargaan The Best Achievement For Dedication In Development Award 2015, Sabtu, 28 Maret 2015 lalu di Hotel Lumire, Jakarta Pusat. Penghargaan diserahkan oleh Ketua Dewan Pembina CPAB, Prof. Dr. Djumarno, MA, didampingi Ketua Pelaksana, David Gosal.

Agustinus merupakan salah satu penerima penghargaan dari 19 tokoh yang terpilih dari 39 orang yang terjaring sebelumnya, dari pelosok Nusantara. Para penerima penghargaan mendapatkan Piala, Lencana dan Sertifikat Pigura bertinta emas.

Menjawab pertanyaaan wartawan, Agustinus mengatakan, hingga hari itu dia hadir ke Jakarta untuk menerima penghargaan, masih merasa penasaran.

Masih banyak yang lain yang lebih pantas menerima penghargaan ini sebenarnya. Tapi, saya terpilih juga ya? Saya masih penasaran, ungkapnya usai menerima penghargaan di Hotel Lumire, Jakarta.

Namun, mendengar pidato sambutan Danny PH Siagian, SE, MBA, MM yang mewakili panitia penyelenggara, semua rasa penasaran terjawab. Bahwa penelusuran para tokoh dilakukan dari berbagai sumber, tanpa diketahui para tokoh sebelumnya. Tentu, ada beberapa kriteria yang ditetapkan, dalam menjaring para calon penerima penghargaan.

Dalam penuturannya, Agustinus menceritakan, karirnya di PNS berawal dari pegawai harian pengantar surat dan penjaga pintu air irigasi di Kecamatan Lembor, kabupaten Manggarai Barat. Saat itu, ia hanya lulusan STM, yang diterima sebagai Staf Pembantu Pengawas Proyek, merangkap Penjaga Pintu Air untuk persawahan. Tugas itu dijalaninya selama 5 tahun (1983-1988).

Tentu, sebagai penjaga pintu air irigasi, tanggungjawabnya penting bagi penyaluran air ke sawah-sawah masyarakat. Sekalipun tugas ini kadang dipandang sebelah mata oleh banyak orang.

Dalam upaya menapaki karir, Agustinus mulai kuliah di LPPU Institut Teknologi Surabaya (ITS) tahun 1990-1993. Dan melanjutkan kuliah di Fakultas Teknik Jurusan Pengairan, Universitas Brawijaya Malang, tahun 1995-1998, hingga meraih gelar Sarjana Teknik (ST).

Sebagai pejabat eselon, karirnya mulai benar-benar terlihat ketika tahun 2000 menjadi Kepala Sub Seksi, dan tahun 2001-2007 menjadi Kepala Seksi Pengairan. Karirnya melaju terus menjadi eselon III, karena tahun 2007-2013, Agustinus diangkat menjadi Kepala Bidang Pengairan.

Puncaknya, bulan Juli 2013 Bupati Manggarai Barat mengangkatnya menjadi Kepala Dinas PU. Dan tantangannya waktu itu, 2 bulan kemudian diselenggarakan event Internasional Sail Komodo 2013 di Labuan Bajo, Manggarai Barat.

Tentu, sebagai Kepala Dinas PU, Agustinus tak mungkin tidak terlibat. Apalagi event ini berskala internasional, dan dibuka oleh Presiden Soesilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C. Sutardjo selaku Ketua Panitia Pelaksana Tingkat Pusat, dan Menteri lainnya waktu itu.

Diketahui, Sail Komodo merupakan Sail ke-5 kalinya di Indonesia. Dimulai dari Sail Bunaken 2009, Sail Banda 2010, Sail Wakatobi-Belitong 2011, dan Sail Morotai 2012. Sail Komodo merupakan event tahunan yang diikuti peserta: Indonesia, Malaysia, Australia, Belanda, Thailand, Philipina, AS, dan lainnya. Sedangkan Taman Nasional Komodo merupakan salah satu Situs Warisan Dunia sehingga Pemerintah perlu melestarikan, mengembangkan, serta mempromosikannya. Sail Komodo 2013 juga bertujuan mempromosikan Taman Nasional Komodo sebagai kawasan konservasi perairan dalam rangka mengembangkan ekonomi kelautan.

Sementara itu, dari sisi masa kerja, Agustinus sesungguhnya sudah pensiun. Namun sebagai pejabat eselon II, masih diperpanjang hingga di usia 58 tahun nanti.

Dan untuk pengabdiannya selama 35 tahun, suami dari Ehok Maria Jetia ini sudah menerima Satyalancana Karya Satya dari Presiden SBY. Penghargaan ini biasanya diberikan kepada PNS yang telah berbakti selama 10 atau 20 atau 30 tahun lebih secara terus menerus, dengan menunjukkan kecakapan, kedisiplinan, kesetian dan pengabdiannya.

Terkait penghargaan dari CPAB, bapak yang dikaruniai 3 anak (2 laki-laki dan 1 perempuan) ini mengatakan beban baru baginya, untuk berbuat lebih baik lagi.

Terus terang, penghargaan ini menjadi beban bagi saya, dalam artian harus bisa berbuat lebih baik lagi, cetusnya penuh harap.

Untuk dedikasi dan kesetiaannya di Dinas PU, tentu menjadi salah satu bukti mendukung pembangunan di wilayahnya. Sebab itu, CPAB tak ragu menganugerahkan penghargaan dedikasi.

Di acara yang sama, juga diserahkan penghargaan berbeda kepada puluhan tokoh lainnya, pilihan Lembaga Anugerah Prestasi Insani (API). Diserahkan oleh Ketua Dewan Pembinanya, Prof. DR. HB, Katili, MM dan Chairman, Danny PH Siagian, SE, MBA, MM, serta Ketua Pelaksana, Moody J. Prang. Hiburan diisi artis lawas, Ratih Purwasih, dan MC oleh Damas Mulyono. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!