Rugikan Negara Rp 330.043.491; 4 Tersangka Korupsi Panwaslu Ditahan

 CILACAP Redaksi.co.id -Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Cilacap, akhirnya menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kepala Daerah...

79 0

 

CILACAP Redaksi.co.id –Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Cilacap, akhirnya menahan empat tersangka kasus dugaan korupsi Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kepala Daerah Cilacap dalam Pemilu Bupati dan Wakil Bupati pada 9 September 2012 lalu senilai Rp 3 miliar.

Keempat tersangka tersebut,Sani Ariyanto (39), mantan Ketua Panwaslu (saat ini Pemred Tabloid Journal Cilacap),warga Perum Rinenggo Asri,Kelurahan Gumilir,Kecamatan Cilacap Utara; Anang Sapto W (34) (Ketua Sekretariat Panwaslu yang statusnya masih PNS aktif), warga Perum Green Hill Kelurahan Tritih Lor Kecamatan Jeruklegi; Imam Supardi (49) (bendahara),warga Perum BKD Kelurahan Kebonmanis, Kecamatan Cilacap Utara; serta Ninik Istriani (54) Bendahara Panwaslu sebelum digantikan Imam Supardi.

Kapolres Cilacap AKBP Ulung Sampurna Jaya,SIK,MH didampingi Kasat Reskrim AKP Agus Sulistiyanto SH SIK, baru-baru ini mengatakan, proses penyelesaian dugaan korupsi Panwaslu cukup panjang. Pasalnya,audit kerugian negara yang dikeluarkan BPK tak kunjung turun. Setelah turun dan dilengkapi berkasnya, maka penyidik pun langsung menahan para tersangka.

Kapolres mengatakan, dalam kasus tersebut pihaknya telah memeriksa 75 orang saksi dan melakukan audit dalam rangka penghitungan kerugian keuangan negara terhadap pelaksanaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban dugaan tindak pidana korupsi Dana Hibah APBD Kabupaten Cilacap Tahun Anggaran 2012 pada Panwaslu Pilkada Cilacap 2012.

Berdasarkan audit yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia Perwakilan Jawa Tengah,ditemukan adanya bukti pengeluaran tidak lengkap,tidak sesuai bukti fisik di lapangan,keterangan adanya pengambilalihan tugas bendahara Panwaslu,pemotongan anggaran panitia pengawas kecamatan (Panwascam) Kabupaten Cilacap.

Tak hanya itu, lanjut AKBP Ulung, penyidik juga menemukan adanya mark up harga sehingga ditemukan kerugian negara Rp 330.043.491.

Dengan adanya hasil audit tersebut,cukup kuat dugaan jika tersangka Sani Ariyanto,dan ketiga tersangka lainnya secara bersama-sama telah melakukan tindak pidana korupsi.

Dengan demikian,diduga kuat,empat tersangka telah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI NO 31 Tahun 1999 dan atau pasal 3 Jo 12 huruf e UU RI No 20 Tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI NO 31 TAHUN 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, Jo pasal 55 ayat (1 ) ke 1 KUHP.

Kapolres juga menambahkan, kasus tersebut sudah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Cilacap pada tanggal 10 dan 12 Maret 2015 dan segera dilimpahkan ke Kejaksaan.

“Pelimpahan tahap II akan dilakukan ke kejaksaan. Berkas perkara berikut empat tersangka dan barang bukti akan dilimpahkan dalam minggu ini juga. Para tersangka terancam hukuman penjara maksimal 20 tahun. Untuk sementara kita tahan di tahanan Mapolres,” kata Ulung Sampurna Jaya.

Lebih lanjut Kapolres menjelaskan, dugaan korupsi ini bermula pada Maret 2012 sampai dengan Oktober 2012,Panwaslu Cilacap melaksanakan Pengawasan Pemilu Bupati dan wakil Bupati Cilacap.

Saat itu,Panwaslu menerima dana hibah dari Pemkab Cilacap sebanyak dua kali, yakni sebesar Rp 812.749.000 pada 29 Februari 2012 dan yang kedua sebesar Rp 2.252.079.900 pada Maret 2012.

Dalam pengelolaan dan penggunaan dana tersebut,tidak dilaksanakan dengan benar sesuai Rencana Kebutuhan Biaya (RKB).Karena dana hibah Panwaslu Kabupaten Cilacap 2012 tidak dipegang dan dikelola oleh bendaharanya,melainkan atas perintah Sani Aryanto dikelola oleh tersangka Anang Sapto Winarno selaku Kepala Sekretariat Panwaslu.

Dalam mempergunakan anggaran tersebut dibantu oleh tersangka Ninik dan tersangka Iman Supardi selaku bendahara Panwaslu Cilacap Tahun 2012.

Disinggung tekait adanya pihak lain yang diduga ikut menikmati aliran dana korupsi Panwaslu, Kapolres mengatakan,pihaknya belum menemukan adanya keterlibatan orang lain di luar empat tersangka yang ditahan.

“Namun hal itu bisa saja berkembang ketika kasus tersebut sudah dilimpahkan ke kejaksaan dan disidangkan.
Ini hanya empat tersangka. Nanti kalau ada perkembangan lebih lanjut, saya kira akan ada di kejaksaan. Karena minggu ini juga berkasnya kita limpahkan ke sana, “kata Kapolres. (Taslim)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!