Andy Murray Bahagia Menjadi Ayah

redaksi.co.id - Andy Murray Bahagia Menjadi Ayah Andy Murray menyatakan dirinya lebih memilih menjadi ayah yang baik ketimbang menjuarai setiap turnamen tenis. Hal itu dikatakannya saat...

23 0

redaksi.co.id – Andy Murray Bahagia Menjadi Ayah

Andy Murray menyatakan dirinya lebih memilih menjadi ayah yang baik ketimbang menjuarai setiap turnamen tenis. Hal itu dikatakannya saat menjawab sindiran mantan petenis wanita nomor satu dunia, Annabel Croft, yang mengkritisi menurunnya performa Murray belakangan ini.

Murray belum lama ini tersingkir dari turnamen Miami Open dan Indian Wells Masters. Croft menilai menurunnya performa Murray karena kelelahan menjaga putri semata wayangnya, Sophia Olivia, yang baru lahir bulan Februari lalu.

Secara keseluruhan, saya pikir dia tampak kelelahan, ujar Croft usai melihat Murray disingkirkan oleh Grigor Dimitrov di turnamen Miami Open, seperti dilansir Mirror.

Mendengar sindiran tersebut, Murray langsung bereaksi. Ia mengatakan lebih baik mengurus anaknya ketimbang memenangkan setiap pertandingan tenis. Saya lebih memilih terbangun tengah malam dan membantunya (Sophia), ketimbang memenangkan setiap pertandingan tenis dan kemudian ketika dewasa anak saya berpikir Dia ayah yang buruk, tapi dia memenangkan banyak pertandingan tenis. Bagus sekali, kata Murray.

Petenis nomor dua dunia itu menyatakan tak pernah merasa keberatan menyandang status orang tua. Karena ia selalu memprioritaskan diri agar menjadi seorang ayah yang baik. Menjadi seorang orang tua itu adalah perubahan hidup. Jika itu membantu permainan tenisku, maka itu bagus. Tapi jika tidak, tak apa-apa. Saat ini itu tak menjadi masalah bagiku. Prioritas pertama saya adalah menjadi ayah yang baik, ucapnya.

Tentu saja saya ingin mengerjakan tugas saya dengan baik. Saya masih bekerja keras dan berlatih keras. Tapi prioritas saya adalah menjadi orang tua yang baik. Jika performa tenis sedikit menurun, tak apa-apa. Mudah-mudahan tidak, tapi itu bukan prioritas utama. Saya sangat bahagia karena saya telah menjadi seorang ayah, lanjutnya.

Murray sendiri sebenarnya tak terlalu mempedulikan kritikan yang ditujukan padanya, merujuk kekalahan yang dideritanya dari Grigor Dimitrov saat berlaga di turnamen Miami Open. Ia baru buka suara setelah sang istri, Kim Sears, memberitahunya bahwa kritikan itu menyebut kekalahannya di Miami Open gara-gara kehadiran Sophia.

Itu sesuatu yang mengerikan untuk dikatakan pada seseorang. Biasanya, saya hanya mengalami dua turnamen yang buruk dan saya akan melupakannya. Saya sangat kecewa. Saya masih kecewa dengan permainan tenis saya, tapi sangat bahagia dengan kehidupan saya di rumah, tuturnya.

Murray memang sangat menikmati setiap momen menjadi seorang ayah. Petenis asal Skotlandia ini tak terpikir memakai jasa pengasuh anak, yang kerap menjadi pilihan alternatif bagi orang tua yang sibuk bekerja. Meski memiliki jadwal yang padat sebagai petenis, Murray tak mau ikut-ikutan memakai jasa pengasuh anak dan ingin merawat sendiri buah hatinya.

Petenis berusia 28 tahun itu mengatakan sudah banyak rekan-rekannya yang sesama petenis menyarankan hal tersebut. Namun ia dan istri sudah berkomitmen tak memakai pengasuh anak untuk merawat Sophia. Banyak petenis lain mengatakan Cari pengasuh. Tapi kami tak berencana melakukan itu, kata Murray seraya tertawa.

Meski kerepotan dan letih, Andy tak pernah merasa terbebani merawat anaknya tersebut. Sebaliknya, ia justru sangat menikmati momen demi momen melihat perkembangan Sophia. Ia rela waktu tidurnya berkurang, dan yakin momen merawat Sophia kecil akan menjadi kenangan manis di kemudian hari.

Berikan waktumu sebanyak mungkin, nikmati setiap menitnya. Meski pada awalnya memang menantang, karena kurang tidur dan sebagainya, kamu akan merindukan momen tersebut. Menyenangkan saat melihat kembali kenangan masa lalu. Menikmati setiap menit menjadi orang tua. Saya sedang berusaha mewujudkannya, ujarnya.

Adapun Murray memang sangat menyayangi Sophia. Saat putrinya itu baru lahir, Murray mengaku tak sabar segera membawa anaknya pulang ke rumah. Orang-orang di rumah sakit melakukannya dengan baik. Tapi saya sangat menantikan membawanya pulang ke rumah. Itu sesuatu yang selalu saya inginkan. Saya melihatnya sebagai tantangan besar. Itu perubahan hidup dan menantang, imbuhnya.

(red/usland/argarito/RM)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!