Hadroh Jadi Kegiatan Rutin di Bekasi Utara

 BEKASI Redaksi.co.id - Hadroh adalah kesenian Islami yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.Dikisahkan pada saat baginda nabi hijrah dari Makkah ke...

93 0

 

BEKASI Redaksi.co.id – Hadroh adalah kesenian Islami yang sudah ada sejak jaman Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasalam.Dikisahkan pada saat baginda nabi hijrah dari Makkah ke Madinah, baginda nabi disambut gembira oleh orang – orang anshor dengan nyanyian / syair yang dikenal dengan sholawat “thola’al badru ‘alaina” dengan diiringi tabuhan terbang.

Makna hadroh dari segi bahasa diambil dari kalimat bahasa arab yakni hadhoro atau yuhdiru atau hadhron atau hadhorotan yang berarti kehadiran. Namun kebanyakan hadroh diartikan sebagai irama yang dihasilkan oleh bunyi rebana.

Di Bekasi misalnya hadroh rutin digelae setiap malam Kamis oleh remaja majelis ta’alim Allikhlas, Kavling Rawa Silam 3 Rt 03/08 Kaliabang Tengah. Bekasi Utara.

Dengan bimbingan Ustadz Rochman najib.S.pdi. dan didukung oleh warga dan pengurus setempat, Saptoni S.pd.MM,. diadakan rutin latihan hadroh.

Menurut Fatoni hal ini bermanfaat untuk membuka jalan masuk ke’hati’ karna orang yang melakukan hadroh dengan benar terangkat kesadaranya akan kehadiran Allah dan Rasul-nya.

Syair-syair Islami yang dibawakan saat bermain hadroh mengandung ungkapan pujian dan keteladanan sifat Allah dan Rasulallah yang agung.dengan demikian akan membawa dampak kecintaan kepada Allah dan Rasul- nya.para sufi yang biasanya melibatkan seruan atas sifat -sipat allah yang Maha Hidup (Al – Hayyu), melakukannya sambil berdiri, nerirama dan melantunkan bait – bait pujian atas baginda Nabi Muhammad.

Hadroh selalu menyemarakkan acara – acara Islam seperti peringatan Maulid Nabi, tabligh akbar, perayaan tahun baru hijriyah, pan peringatan hari – hari besar Islam lainnya.

Sampai saat ini Hadroh telah berkembang pesat di masarakat Indonesia sebagai musik yang mengiringi pesta pernikahan, sunatan, kelahiran bayi,acara festival seni musik Islami dan kegiatan ekstrakulikuler di sekolahan, pesantren, remaja masjid dan majelis taklim.(Nurdin)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!