Beras Sumbangan Gempa Nepal Dijual ke Pasar

92

redaksi.co.id – Beras Sumbangan Gempa Nepal Dijual ke Pasar

KATHMANDU — Gempa Nepal menelan banyak korban jiwa tahun lalu. Berbagai bantuan dunia mengalir ke negara terdampak gempa 7,8 skala Richter itu untuk membantu para korban, termasuk bantuan pangan berupa beras.

Namun, banyaknya beras hasil donasi yang dimaksudkan untuk disalurkan kepada korban gempa, justru dsimpan di gudang di seluruh Nepal. Bukannya dibagikan secara gratis, beras itu akan dijual ke publik dengan harga grosir.

Instansi pemerintah Nepal Food Corporation (NFC) mengatakan, jutaan dolar beras yang disumbangkan pemerintah Bangladesh secara perlahan berakhir dalam penyimpanan. NFC berpendapat, ‘tidak ada permintaan’ untuk beras atau makanan tambahan dari desa-desa yang terkena bencana di seluruh negeri itu.

Hasil penjualan beras dengan harga pasar akan menghasilkan sekitar 30 juta dolar AS dan akan ditempatkan dalam dana bencana di masa mendatang yang akan digunakan pemerintah. Namun, dana tersebut belum ditetapkan dan rincian lebih lanjut belum dijelaskann.

“Sulit untuk menyimpan beras begitu lama, sehingga pemerintah telah memutuskan untuk menjualnya di pasar lokal,” kata Pawan Kumar Karki, Deputi General Manager NFC ini dilansir Channel News Asia, Kamis (21/4).

Sementara itu, menurut badan-badan bantuan dan organisasi nonpemerintah (LSM), banyak korban masih membutuhkan makanan. Namun beras hanya ada di gudang.

Dari 100 ribu ton yang disumbangkan Bangladesh, lebih dari 21 ribu ton telah didistribusikan ke-14 kabupaten di Nepal. Sisanya, dengan maksimum penyimpanan satu tahun, tetap berada di penyimpanan, banyak yang rusak parah akibat gempa.

Akibatnya, beberapa beras rusak karena kebocoran air dan dianggap tidak layak konsumsi. Laporan berita lokal juga menuduh beras membusuk di gudang di Gorkha dan Jhapa karena pemerintah setempat tidak menerima arahan untuk mengeluarkannya. Sementara beras lainnya dilaporkan didistribusikan ke daerah-daerah yang tidak tedampak gempa.

(red/andhi/urhartanto/SN)

loading...

Comments

comments!