Sejarah Hari Ini: Penembakan Massal di Sekolah Menengah Atas Denver AS

118

redaksi.co.id – Sejarah Hari Ini: Penembakan Massal di Sekolah Menengah Atas Denver AS

Penembakan massal dilakukan oleh dua remaja sekaligus siswa bernama Eric Harris, (18 tahun) dan Dylan Klebold (17) pada 20 April 1999. Penembakan itu menewaskan 25 jiwa dan melukai setidaknya 15 orang di Sekolah Menengah Atas Columbine (Columbine High School) di Denver, Colorado, Amerika Serikat (AS).

Dua orang ini menembak menggunakan senjata otomatis dan melemparkan bom rakitan. Alat peledak dilaporkan telah ditemukan di dekat tubuh tersangka.

Seorang gadis mengatakan kepada polisi, dia berada di perpustakaan ketika salah satu pelaku laki-laki mulai melepaskan tembakan. Saksi mata lainnya mengatakan, pelaku bersenjata menargetkan siswa dari etnis minoritas dan atlet yang populer.

Pada hari-hari setelah penembakan, muncul dugaan Klebold dan Harris sengaja memilih atlet, kaum minoritas, dan orang-orang Kristen sebagai korban mereka.

Rencana awal mereka adalah dua bom yang dipasang meledak di kantin sekolah, berpotensi membunuh ratusan orang. Namun, ketika bom tidak bekerja, Harris dan Klebold pergi ke sekolah dan secara membabi buta membunuh mereka.

Mayat dua tersangka, yang tampaknya menembak diri sendiri kemudian ditemukan di perpustakaan. Tiga orang diyakini teman dari tersangka ditangkap dan digiring dengan tangan diborgol.

Namun, juru bicara polisi mengatakan, mereka dianggap tidak terlibat langsung dalam penembakan. Ada spekulasi bahwa pasangan ini anggota yang dikenal mafia trench coat yang memiliki senjata dan terbuang secara sosial.

video permainan kekerasan dan musik juga diduga mempengaruhi para pembunuh ini. Namun, tidak satupun dari teori-teori itu terbukti. Presiden AS Bill Clinton telah mengirimkan ucapan belasungkawa. “Doa-doa dari orang-orang Amerika dengan Anda,” katanya. Columbine High School memiliki 1.800 murid terletak di pinggiran Kota Littleton.

Columbine High School kemudian dibuka kembali pada musim gugur 1999, tapi pembantaian massal ini meninggalkan bekas luka di masyarakat Littleton. Kejahatan itu merupakan salah satu kejadian penembakan sekolah terburuk dalam sejarah AS. n Rr Laeny Sulistyawati / sumber BBC dan History.com

(red/urista/urnamasari/NP)

loading...

Comments

comments!