Dika, Pengrajin Batu Akik Cilik Asal Desa Drajad

 LAMONGAN Redaksi.co.id – Demam batu mulia (batu akik) masih melanda berbagai tempat di tanah air. Pada umumnya penggemarnya rata-rata sudah berumur dan boleh dibilang tua....

17 0

 

LAMONGAN Redaksi.co.id – Demam batu mulia (batu akik) masih melanda berbagai tempat di tanah air. Pada umumnya penggemarnya rata-rata sudah berumur dan boleh dibilang tua. Tapi, ternyata di Lamongan kini hadir pengrajin cilik asal desa Drajad, Kecamatan Paciran. Namanya Andika Jaka Perwira, atau yang akrab disapa Dika.

Bocah kelas 6 madrasah ini dalam sehari setelah pulang sekolah mampu membuat empat buah mata akik perhari, mulai memecah batu, membentuk hingga taraf menghaluskan dan pemasangan emban (cincin).

“Dibilang capek, ya capek. Tapi saya sangat senang karena bisa berkreasi dengan batu. Apalagi kalau motifnya bagus dan hasilnya istimewa bisa saya pakai sendiri dan kalau ada yang mau beli ya saya jual, kan lumayan,” kata Dika, pelajar Madarasah Ibtidaiyah Muhamadiyah XV Banjaranyar, Paciran kepada Redaksi.co.id, Rabu sore (1 April 2015).

Kemampuan membentuk dan memoles akik ini tak lepas dari sang ayah, Sugeng Harianto.

Di kalangan kolektor batu mulia pantura, Sugeng lebih akrab disapa “babe”, tak lain adalah pengrajin senior batu akik Drajad.

“Senang sekali bisa membuat mata akik, karena batunya asli batu tanah drajad dan bahan bakunya gampang didapat, malah kadang saya cari dikali brumbun sambil main air,” kata Dika dengan nada ceria.

Sebelum orang ramai dengan batu akik, hampir tiap hari rumah Dika menjadi jujugan para pecinta batu mulia.

Dan dari situlah Dika mulai belajar secara otodidak sejak kelas 4 madrasah memoles batu untuk dijadikan tambahan uang jajan.

Hasil polesan Dika tak kalah dari sang ayah atau pengrajin pada umumnya. Malah, bisa dikatakan istimewa. Salah satunya batu surban sunan yang diberikan pada wartawan Redaksi.co.id untuk dijadikan kenang-kenangan.(angga)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!