5 Alasan Arsenal Harus Pecat Arsene Wenger

redaksi.co.id - 5 Alasan Arsenal Harus Pecat Arsene Wenger Posisi Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal terus mendapat sorotan belakangan ini. Tak pernah meraih gelar Liga Inggris...

27 0

redaksi.co.id – 5 Alasan Arsenal Harus Pecat Arsene Wenger

Posisi Arsene Wenger sebagai manajer Arsenal terus mendapat sorotan belakangan ini. Tak pernah meraih gelar Liga Inggris sejak 2004 membuat sebagian besar fans mulai tak sabar dengannya.

Wenger merupakan manajer tersukses The Gunners. Dia telah menyumbangkan 15 gelar sejak bergabung pada 1996.

Sayangnya, dalam satu dekade terakhir kinerja Wenger terus menurun. Ia hanya mampu menyumbangkan dua Piala FA dan dua gelar Community Shield.

Puncaknya, musim ini Arsenal kemungkinan besar akan kembali tanpa gelar. Gagal di Piala FA, Piala Liga, dan Liga Champions dan masih tertinggal di klasemen Liga Inggris membuat posisi Wenger semakin terdesak.

Lalu apa saja alasan yang membuat Wenger harus dipecat dari Arsenal secepatnya. Berikut ulasannya seperti dilansir Sportskeeda.

Wenger dikenal sebagai orang yang jenius untuk urusan taktik. Dia mampu menciptakan sepak bola menyerang yang indah dan ditiru oleh banyak klub lain di dunia.

Sayangnya, sepak bola menyerang ala Arsenal tak selamanya berhasil dengan baik. Terutama menghadapi klub-klub besar yang punya kualitas setara.

Alih-alih mengubah strategi, Wenger justru mempertahankan metodenya siapa pun lawan Arsenal. Akibatnya, The Gunnerssering kalah dalam laga yang krusial.

Jika Wenger tak dipecat maka tim-tim lain semakin tahu strategi Arsenal. Hal ini tentu membuat The Gunners kesulitan meraih kemenangan musim depan.

Dalam sepak bola modern, uang memegang faktor penting. PSG, Manchester City, dan Chelsea menjadi bukti banyaknya uang bakal berbuah prestasi.

Namun filosofi tersebut tampak diabaikan oleh Wenger. Dia lebih senang membeli pemain murah di usia muda ketimbang pemain mahal yang kualitasnya sudah terjamin.

Tak heran ketika badai cedera menghampiri, kekuatan Arsenal semakin tergerus. Ia tak bisa mengandalkan pemain muda karena belum punya pengalaman.

Terakhir kali Wenger merogoh kocek dalam adalah ketika membeli Mesut Ozil dan Alexis Sanchez. Sayangnya, dua pemain belum cukup untuk membawa Arsenal menjadi tim juara.

Setiap musim, permasalahan Arsenal selalu berkutat dengan cedera pemain. Bahkan, cedera ini bisa menghantam sebagian skuat Arsenal ketika memasuki fase krusial.

Ironisnya, masalah ini tidak terpecahkan oleh Wenger dalam beberapa tahun terakhir. Upayanya mendatangkan fisioterapis dari timnas Jerman tetap tidak membuahkan hasil.

Musim ini beberapa pemain penting seperti Santi Cazorla, Alex Oxlade-Chamberlain, Aaron Ramsey, hingga Jack Wilshere harus menepi beberapa waktu. Tak pelak hasil minor pun harus diraih Arsenal.

Pemecatan Wenger bisa saja mengubah peruntungan Arsenal. Apalagi Arsenal punya skuat yang sama kualitasnya dengan klub lain jika tetap komplet sepanjang musim.

Arsenal punya tim dengan mental juara pada awal tahun 2000-an. Bahkan mereka tak terkalahkan pada musim 2003/04.

Setiap pemain saat itu mampu menjadi kapten dan memotivasi rekan-rekannya. Hal ini tidak lepas dari sikap Wenger yang masih berapi-api.

Namun sikap kepemimpinan Wenger seperti hilang belakangan ini. Bahkan ia sendiri tidak bisa menunjuk salah satu pemainnya untuk menjadi pemimpin di lapangan.

Jika Wenger diganti maka Arsenal diyakini bakal punya semangat baru. Sama seperti Liverpool yang mengganti Brendan Rodgers dengan Jurgen Klopp.

Fans Arsenal sudah muak hanya bisa mendapat tiket ke Liga Champions setiap musim. Mereka bahkan menyuarakan tak perlu lagi sepak bola indah asalkan bisa meraih trofi.

Ya, keadaan semakin memburuk karena Arsenal kemungkinan disalip Tottenham Hotspur di klasemen musim ini. Artinya kinerja The Gunners di bawah Wenger semakin menurun setiap musimnya.

Manajemen Arsenal boleh saja berdalih kalau pergantian manajer tidak akan menyelesaikan masalah. Namun upaya ini harus segera dilaksanakan daripada terus bertahan dengan Wenger yang tidak lagi bekerja secara maksimal.

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!