Tak Ada Perayaan Istimewa di Ulang Tahun Maria Sharapova

redaksi.co.id - Tak Ada Perayaan Istimewa di Ulang Tahun Maria Sharapova Tak ada perayaan istimewa yang dibuat Maria Sharapova pada ulang tahunnya ke-29, Selasa, 19 April...

40 0

redaksi.co.id – Tak Ada Perayaan Istimewa di Ulang Tahun Maria Sharapova

Tak ada perayaan istimewa yang dibuat Maria Sharapova pada ulang tahunnya ke-29, Selasa, 19 April 2016. Ia masih tetap beraktivitas seperti hari-hari biasanya sambil menunggu jatuhnya sanksi Federasi Tenis Internasional (ITF) karena positif doping pada turnamen Grand Slam Australia Terbuka.

Petenis putri Rusia, mantan ratu tenis dunia yang kini menempati peringkat kesembilan, itu mengisi hari ulang tahunnya dengan latihan fisik di kota tempat dia tinggal, Florida, Amerika Serikat.

Situs web Daily Mail mengunggah sejumlah foto Sharapova yang berjalan keluar dari tempat latihan fisik. Mengenakan legging hitam hingga sedikit di atas mata kaki dan sweeter abu-abu yang sedikit terbuka di bagian bahunya, sharapova terlihat sangat santai.

Ia mengenakan sepatu jogging dan kacamata hitam melindungi matanya dari terpaan sinar matahari.

Dalam akun Instagram-nya ia mengunggah foto satu rangkaian bunga, sebuah tas kulit wanita, dan satu buku semacam untuk menulis catatan harian.

Ia membuat catatan di situ, Pagi istimewa di hari ulang tahun, diisi dengan serangkaian bunga, hadiah, dan pelukan ;. Menunggu biasanya saat yang menjemukan bagi kebanyakan orang.

Namun, tampaknya tidak demikian dengan Sharapova. Sambil menunggu hearing atau dengar pendapat panel ITF yang memproses kasus dopingnya, Sharapova mengisi hari-harinya dengan berbagai kegiatan.

Pekan lalu petenis yang telah merebut lima trofi juara grand slam ini menghadiri Festifal Musik Coachella di Colorado. AS. Festival ini juga dihadiri sejumlah selebriti Amerika.

Hearing diperkirakan baru akan dilangsungkan pada awal Juni mendatang. Sharapova terancam sanksi skorsing maksimum empat tahun. ITF menjatuhkan sanksi sementara sejak 12 Maret lalu berupa larangan mengikuti berbagai kegiatan yang berkaitan dengan tenis.

Sharapova dinyatakan positif doping setelah pada sampel urinenya didapati zat meldonium. Zat itu dilarang dikonsumsi atlet oleh Badan Anti-Doping Dunia (WADA) sejak 1 Januari lalu.

Zat itu dinilai dapat menaikkan kemampuan tubuh atlet. Sharapova mengaku ia telah sepuluh tahun mengonsumsi obat bernama mildronate untuk mengobati gangguan jantung da n diabetes sebagaimana anjuran dokter keluarganya.

Sharapova mengaku tidak tahu kalau mildronate itu adalah meldonium yang dilarang. Sharapova juga mengaku telah menerima pemberitahuan WADA melalui email pada Desember lalu tentang daftar terbaru obat-obatan yang dilarang dikonsumsi atlet.

Ia menyatakan teledor tidak mengakses link atau tautan yang memerinci daftar obat yang dilarang WADA itu. Ia mengaku telah membuat kesalahan besar dan bertanggung jawab atas keteledorannya itu.

Larangan WADA terhadap meldonium belakangan menjadi kontroversi karena tidak disertai alasan ilmiah yang memadai. Tidak ada pemerincian tentang berapa lama zat itu akan tetap tersimpan dalam tubuh orang yang telah mengonsumsinya.

Bahkan penemu obat itu, Profesor Ivars Kalvins dari Latvia membantah klaim WADA dengan mengatakan obat itu tidak dapat meningkatkan kemampuan fisik atlet.

Sharapova memiliki hak untuk membanding putusan WADA dengan mengajukan tes pada sampel B urinenya yang diambil setelah pertandingan perempat final Australia Terbuka lalu. Namun, petenis berambut pirang ini tidak mengajukan banding.

Sementara itu produsen mobil Porsche dan produsen perlengkapan olahraga Nike menunda perpanjangan kontrak dengan Sharapova sebagai dampak kasus doping itu.

Demikian pula produsen jam tangan bergengsi merek Tag Heuer. Kecaman dan simpati pada Sharapova terus mengalir setelah kasus itu terungkap.

Di antara yang bersimpati terdapat petenis putra nomor satu dunia dari Serbia, Novak Djokovik. Adapun petenis nomor dua putra asal Inggris, Andy Murray, termasuk yang mengecam pelanggar aturan doping. DAILYMAIL, BBC, ITF | AGUS BAHARUDIN

(red/ahyu/etyo/armawan/WSD)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!