6 Kepala Unit PDAM Rembang Desak Pemkab Gelar Seleksi Direktur Baru

 REMBANG Redaksi.co.id -Atas kesepakatan bersama Sejumlah karyawan dan 6 Kepala unit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang, mendesak Pemkab Rembang menggelar seleksi recruitment Direktur PDAM baru. Desakan...

19 0

 

REMBANG Redaksi.co.id -Atas kesepakatan bersama Sejumlah karyawan dan 6 Kepala unit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Rembang, mendesak Pemkab Rembang menggelar seleksi recruitment Direktur PDAM baru. Desakan ini muncul atas kesepakatan bersama 6 kepala unit PDAM Rembang yang menggelar pertemuan Selasa (31/2) malam.

Mereka menyatakan sudah tak ingin lagi dipimpin oleh Guswakhid Hidayat yang telah sepuluh tahun menjabat sebagai direktur dan sekaligus menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) di perusahaan plat merah tersebut.

Intinya kami ingin ada penyegaran di tubuh perusahaan. Untuk itu, kami meminta Pak bupati bisa segera menggelar seleksi recruitment direktur baru. Setelah masa jabatan Plt direktur rampung 14 April ini, tegas perwakilan karyawan Sanuri, saat ditemui Rabu malam (1 April 2015).

Penyegeraan di tubuh perusahaan menurut Sanuri sangat penting, karena karyawan sebagian besar sudah merasa tak nyaman dengan pimpinan lama. Sehingga jika kondisi tersebut dipaksakan bakal berdampak pada kinerja karyawan.

Kami tak ingin hal ini terjadi, sebab kami juga tidak mau masyarakat terganggu pelayanannya. Untuk itu kami bersepakat mendesak proses recruitment calon direktur baru bisa di gelar sesuai ketentuan. Sebab sebagian besar karyawan sudah cukup resah kenapa sampai saat ini proses seleksi tak segera di gelar, padahal masa jabatan Plt sudah tinggal menghitung hari saja, bebernya.

Sementara itu Purwanto salah satu karyawan mengaku ada beberapa alasan yang menjadi landasan kuat karyawan mendesak pemkab untuk segera melakukan penyegaran di internal PDAM. Dia yang bekerja sebagai petugas lapangan mengaku semenjak di pimpin direktur lama, kesejahteraan karyawan tak pernah diperhatikan.

Tak hanya soal gaji. Contoh kecil saja saat ada keluarga karyawan yang sakit di rumah sakit. Semenjak menjabat apa yang bersangkutan pernah menyambangi? Padahal, bagi kami semua karyawan merupakan keluarga sehingga saat mereka kesusahaan sebisa mungkin kami saling bantu. Tapi ini tidak, padahal direktur itu kan seperti bapak yang bisa ngayomi kami. Kami tidak butuh di beri oleh-oleh atau apa. Bagi kami diberi perhatian saja cukup, ungkapnya.

Purwanto yang termasuk karyawan senior di perusahaan milik Pemda Rembang itu menuturkan belakangan memang ada perubahan drastis dari direktur lama. Terutama semenjak ada gejolak dari karyawan muncul di media.

Menurutnya, tak hanya memberikan Surat Keputusan (SK) pengangkatan sejumlah jabatan strategis di internal perusahan, yang bersangkutan juga menyempatkan diri turun ke lapangan dan sempat menemani teman-teman lapangan.

Tapi menurut kami itu cuma untuk mencari perhatian saja, karena ada maunya. Bagi kami yang dilakukannya itu sudah injury time alias sudah telat. Sebab, selama menjabat hal seperti itu hampir tidak pernah di lakukan, dan lebih mementingkan pelesiran sesukanya. Padahal, kami yang di lapangan bekerja mati-matian hampir 24 jam, keluhnya, sembari menambahkan hal itu tak hanya dirasakan dirinya saja tetapi hampir seluruh pekerja lapangan seperti dirinya.

Pada pertemuan yang dihadiri sekitar sepuluh orang, terdiri dari enam kepala unit, dua kasi dan dua staf tersebut, sekaligus membuktikan jika di internal PDAM solid dan satu suara menginginkan adanya penyegaran di internal perusahaan.

Karyawan berharap desakan tersebut jadi perhatian Pemkab selaku pemilik perusahaan.

Mereka pun tidak mempersoalkan siapa calon yang bakal jadi, yang terpenting bagi mereka pimpinan baru bukan direktur lama, hal itu didasarkan sesuai aturan yang mereka ketahui yakni jabatan direktur hanya dua periode saja.

Ini sudah ditambah bonus setahun menjadi Plt. Untuk itu kami menagih janji pak bupati untuk segera menggelar seleksi, setelah masa jabatan Plt direktur rampung April nanti, imbuh Purwanto.

Seperti diberitakan sebelumnya, ketidak puasaan karyawan PDAM terhadap kepemimpinan Guswakhid Hidayat mencuat pada saat Hut PDAM Rembang ke-35 baru-baru ini. Di depan Plt Bupati Rembang, Abdul Hafidz yang hadir pada acara HUT secara terang-terangan perwakilan karyawan menolak jika direktur lama maju kembali.

Hal itu selain menyalahi aturan, karyawan juga menganggap direktur lama gagal menyejahterakan karyawan lantaran semenjak menjabat sama sekali tak pernah ada kenaikan gaji karyawan, dan membuat karyawan tersekat-sekat.

Di beberapa kali kesempatan Guswakhid saat disinggung tentang hasratnya untuk maju kembali maju, memilih bungkam. Sementara soal kesejahteraan yang dituntut karyawannya, dia beralasan hal itu dilakukan sesuai regulasi dan peraturan yang berlaku.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!