Hati-hati, Ini 5 Cara Penjahat Mencuri Data Kartu Kredit Anda

redaksi.co.id - Hati-hati, Ini 5 Cara Penjahat Mencuri Data Kartu Kredit Anda Meski transaksi dengan menggunakan kartu kredit lebih aman dibanding uang tunai, namun alat pembayaran...

39 0

redaksi.co.id – Hati-hati, Ini 5 Cara Penjahat Mencuri Data Kartu Kredit Anda

Meski transaksi dengan menggunakan kartu kredit lebih aman dibanding uang tunai, namun alat pembayaran modern ini juga tak luput dari tindakan kejahatan.

Banyak cara yang dilakukan orang untuk bisa mencuri data kartu kredit Anda dan kemudian bisa mengakses dana di dalamnya.

Pencurian dengan cara ini sulit dideteksi, sehingga sulit untuk segera ditindak.

Jadi, Anda harus tahu bagaimana cara-cara pencurian data kartu Anda itu.

Berikut lima cara pencurian data kartu kredit yang wajib Anda ketahui.

1. Mencuri Data Pribadi (phising) Melalui Telepon

Modus pencurian data pribadi kartu kredit melalui telepon banyak macamnya.

Tapi paling sering dilakukan adalah si penipu menyamar sebagai petugas bank atau kartu kredit.

Mereka akan berpura-pura menyampaikan kalau kartu kredit Anda dalam masalah sehingga Anda harus memberikan data pribadi, seperti nama lengkap, tanggal lahir, alamat hingga data rahasia, seperti password, PIN, nomor kartu kredit dan lainnya.

Jangan langsung memberikan data Anda melalui telepon.

Disarankan untuk segera menutup telepon dan langsung menghubungi pihak bank yang menerbitkan kartu kredit.

2. Mencuri Data Melalui Email

Selain pencurian data pribadi melalui telepon, pencurian data kartu kredit juga biasanya dilakukan lewat surat elektronik atau email.

Modusnya, penipu mengirimkan email yang oke, mirip dengan email dari bank penerbit kartu kredit Anda. terkadang email itu begitu meyakinkan sehingga mengecoh Anda.

Waspada dan jelilah memperhatikan dan membaca email itu. Anda juga bisa langsung menelpon bank penerbit kartu kredit untuk konfirmasi apakah email itu dari mereka.

Biasanya, bank mengunakan email resmi, bukan email gratisan seperti gmail, yahoo atau hotmail. Jika email yang datang ke Anda adalah email nonresmi, abaikan saja.

3. Diminta Download Security Software

Cara lain yang dilakukan penipu adalah Anda diminta untuk me-download software tertentu atau security software yang biasanya cuma-cuma.

Padahal software itu bisa jadi sebuah virus yang bisa menginfeksi komputer atau smartphone sekaligus membaca data rahasia Anda. Karena komputer atau smartphone Anda sudah terinfeksi maka si penipu bisa mengakses data Anda dengan komputer atau smartphone.

Sebaiknya Anda meng-install antivirus asli dan melakukan scan rutin terhadap komputer atau smartphone untuk menghindari virus berbahaya menginfeksi komputer atau smartphone Anda.

4. Tawaran Menggiurkan

Seringkali ada tawaran mengiurkan seperti hadiah, diskon dan lainnya dari oknum-oknum yang mengincar data kartu kredit Anda.

Anda akan diminta data pribadi dan membayar sejumlah biaya.

Sebaiknya Anda jangan terlalu percaya dengan tawaran yang sangat menggiurkan tersebut karena cara ini menjadi pancingan mereka agar Anda masuk ke dalam perangkap.

5. Menggunakan Alat Penyadap

Bagi Anda pemegang kartu kredit yang pernah menarik uang tunai di mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM), Anda harus waspada lantaran ada upaya untuk mengambil data kartu kredit Anda dengan memasang alat penyadap di lubang tempat memasukkan kartu.

Saat Anda memasukkan kartu, alat itu akan menyalin data, termasuk nomor kartu dan PIN.

Oh ya, selain di mesin ATM, alat penyadap ini juga bisa terpasang pada mesin electronic data capture (EDC) atau mesin gesek kartu kredit.

(red/ovi/riawan/NT)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!