Sadar Akan Sanksi Hukum, Juwono Serahkan Orangutan Peliharaan ke BKSDA

 KUDUS Redaksi.co.id -Seekor orangutan Kalimantan berusia sekitar 13 tahun, milik Jumono (79), warga Gang Sombo No. 17, Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (1/4/2015) dievakuasi oleh...

8 0

 

KUDUS Redaksi.co.id -Seekor orangutan Kalimantan berusia sekitar 13 tahun, milik Jumono (79), warga Gang Sombo No. 17, Desa Jatiwetan, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, Rabu (1/4/2015) dievakuasi oleh petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng. Evakuasi itu dilakukan atas kesadaran pemilik.

Berdasarkan pantauan wartawan, saat orangutan itu dievakuasi petugas, sorot mata juwono terlihat berkaca kaca lantaran sedih harus berpisah dengan Jacko, nama orangutan yang dipeliharanya selama 12 tahun.

Diceritakan Jumono, orangutan tersebut dibawa oleh anaknya Eko Budi Hartono (44), dari Tenggarong, Kalimantan Timur, pada sekitar tahun 2002 lalu. Sejak saat itu, tiap hari Jumono merawat Jacko sebagaimana merawat anaknya sendiri.

“Tiap hari saya yang kasih susu pakai dot, ngasih makan, ganti pampers, dan ngajaknya bermain,” katanya.

Bahkan, tak jarang ia menggendong Jacko, dan mengajak primata itu bercengkrama dan nonton televisi bersama seluruh anggota keluarga.

“Sampai usia dia lima tahun, atau sampai sekitar empat tahun dalam perawatan saya, Jacko dilepas di rumah, tidak dikandangkan,” ungkap Juwono

Menurut dia, orangutan jantan itu baru dimasukkan ke dalam kandang setelah berusia lebih dari lima tahun.

“Karena sudah terlalu besar badannya, saya hawatir kalau ada apa-apa. Kalau marah gimana, tenaganya kan kuat sekali,” sambung dia.

Semenjak dimasukkan kandang besi pun, ia tetap memperlakukan Jacko selayaknya keluarga. Tiap pagi, sekitar pukul 07.00 – 08.00, ia rutin memandikan Jacko.

“Mandinya di dalam kandang, saya semprot pakai selang, lalu dikasih sabun. Nanti dia sendiri yang akan menggosok-gosok badannya, setelah saya semprot lagi untuk membilas,” cerita Jumono.

Jika lupa dimandikan, sambung Jumono, Jacko akan marah.

“Sekitar tiga bulan lalu, saya tak sempat memandikan, dia marah. Saat di dekat kandang, kaki saya ditarik-tarik, dan membentur kandang besi hingga terluka,” ucap dia, sembari menunjukkan bekas luka di dekat mata kaki.

Eko Budi Hartono mengatakan, ia mendapat bayi orangutan itu saat bekerja di Tenggarong, Kalimantan Timur. Saat itu, induk orangutan itu mati ditembak orang.

“Karena kasihan saya rawat di sana, setahun kemudian saya bawa pulang ke sini,” terangnya..

Ditambahkan Eko, memelihara Jacko layaknya mengasuh orang. “Makanannya sama dengan kita, ya nasi pakai lauk, buah, dan lain-lain. Yang penting jangan dikasih daging mentah,” ujar bapak empat anak itu.

Menurutnya, semua anggota keluarga sedih harus berpisah dari Jacko. Bahkan, anak pertamanya Ike Monika, sempat ngambek, dan tak mau sekolah, setelah mengetahui Jacko akan dievakuasi dan dipindahkan ke Lembaga Konservasi Waduk Gajah Mungkur (LK WGM), Wonogiri.

“Sudah seperti anggota keluarga, jadi ya pasti sedih,” ucap dia.

Bahkan, selama dalam perawatan keluarganya, Jacko sempat beberapa kali ditawar koleganya.

“Karena memang niatnya tak untuk dijual-belikan, tak saya kasih,” ujar dia.

Kepala Seksi Konservasi Wilayah I BKSDA Jateng, Johan Setiawan, mengatakan, evakuasi ini dilakukan atas kesadaran pemilik, yang melaporkan bahwa ia mempunyai satwa langka, yang dilindungi. “Kami apresiasi langkah pak Eko sekeluarga yang kooperatif dan melapor ke BKSDA,” ucap Johan.

Menurut Johan, karena atas laporan sendiri, maka Eko sekeluarga tak dijerat dengan Pasal 21 jo 40 UU 5/1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam.

“Kalau melanggar bisa dipidanakan dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara dan denda Rp100 juta,” katanya.

Dokter hewan dari Taman Satwa Jurug Surakarat, Tiara Debby Carinda, mengatakan untuk memindahkan Jacko, dari kandangnya harus dilakukan pembiusan terlebih dahulu.

“Lalu dipindah ke kandang yang disediakan. Setelah sadar, baru dibawa jalan, SOP-nya begitu,” ujar dia.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!