Ini Fakta Ilmiah di Balik Kehamilan Bayi Kembar

redaksi.co.id - Ini Fakta Ilmiah di Balik Kehamilan Bayi Kembar Tingkat kelangsungan hidup janin pada kehamilan kembar mencapai 83 persen, jauh lebih tinggi ketimbang kehamilan tunggal...

29 0

redaksi.co.id – Ini Fakta Ilmiah di Balik Kehamilan Bayi Kembar

Tingkat kelangsungan hidup janin pada kehamilan kembar mencapai 83 persen, jauh lebih tinggi ketimbang kehamilan tunggal yang hanya 76 persen. Temuan para peneliti Spanyol itu mengungkap peran embrio yang lebih kuat pada kehamilan kembar dalam membantu “kembarannya” yang lebih lemah untuk bertahan hidup.

Hal itu tampak dalam kehamilan kembar yang diciptakan melalui fertilization in vitro (IVF). Dalam analisis statistik, jumlah kelahiran ganda pada kehamilan kembar lebih tinggi daripada perkiraan. Sebaliknya, jumlah kelahiran tunggal jauh lebih rendah. Akibatnya, seperti yang dipublikasikan dalam jurnal Obstetrics and Gynecology, embrio lemah yang akan gagal jika berkembang sendiri entah bagaimana menerima dukungan dari kembarannya yang lebih kuat.

Meski telah banyak studi lain menemukan bukti bahwa kehamilan kembar menghasilkan tingkat kelahiran hidup lebih tinggi, konsep “bantuan embrio” ini menemui perlawanan dari seorang pakar yang tidak terlibat dalam penelitian ini. “Para penulis telah menawarkan satu hipotesis menarik,” kata Dr Alan B. Copperman, Direktur Endokrinologi Reproduktif di Mount Sinai School of Medicine di New York, Amerika Serikat.

“Tapi data mereka tidak cukup untuk membatalkan pemahaman kita bahwa implantasi embrio terjadi secara independen. Dan kami tidak memiliki bukti bahwa embrio secara individual ‘membantu’ yang lain,” kata Copperman.

Ia mengatakan jumlah bayi yang dihasilkan dari proses IVF hanya 1 persen dari total kelahiran bayi di Amerika Serikat saban tahun. Namun teknik IVF bertanggung jawab untuk 17 persen dari kelahiran kembar.

Dalam praktek IVF yang jamak dilakukan di Negeri Abang Sam, dokter sering “menanam” lebih dari satu embrio untuk meningkatkan kemungkinan terjadinya kehamilan. Tapi, mengingat kehamilan ganda berisiko tinggi bagi janin, dokter cenderung membatasi jumlah embrio yang “ditanam” dalam kandungan wanita. Lembaga Pengobatan Reproduktif Amerika merekomendasikan bahwa jumlah embrio yang ditanamkan pada wanita berusia di bawah 35 tahun tidak boleh lebih dari dua. “Dokter harus mempertimbangkan untuk menggunakan hanya satu (embrio).”

OBSTETRICS AND GYNECOLOGY | AMRI MAHBUB

(red/uli/etiyo/udi/JSB)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!