3.795 Pekerja Kena PHK, Sektor Mana Saja?

redaksi.co.id - 3.795 Pekerja Kena PHK, Sektor Mana Saja? Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menghantui Indonesia. Tercatat 3.795 pekerja di berbagai sektor industri sudah kena...

37 0

redaksi.co.id – 3.795 Pekerja Kena PHK, Sektor Mana Saja?

Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) masih menghantui Indonesia. Tercatat 3.795 pekerja di berbagai sektor industri sudah kena PHK sepanjang Januari-28 Maret 2016. Jumlah ini tersebar di sejumlah Provinsi dan Kota di Indonesia.

Dari data Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) yang diterima Liputan6.com, Kamis (21/4/2016), tenaga kerja yang terkena PHK merupakan bentuk rasionalisasi yang dilakukan perusahaan-perusahaan yang bergerak di beberapa sektor.

Berikut rincian sektor yang melakukan PHK para tenaga kerja:

1. Sektor pertanian atau perikanan: 1.172 pekerja

2. Sektor lainnya : 1.142 pekerja

3. Sektor perdagangan, jasa dan investasi: 697 pekerja

4. Sektor keuangan: 59 orang

5. Sektor pertambangan: 231 pekerja

6. Sektor infrastruktur, utilitas dan transportasi: 109 pekerja

7. Sektor aneka industri dan industri dasar kimia: 253 pekerja

8. Sektor pendidikan: 132 pekerja

Sementara bila dilihat dari sebaran jumlah tenaga kerja yang terkena PHK, berada di daerah :

1. Provinsi DKI Jakarta : 1.048 pekerja

2. Provinsi Kalimantan Selatan: 191 pekerja

3. Provinsi Sulawesi Selatan: 138 pekerja

4. Provinsi Jawa Tengah: 16 pekerja

5. Provinsi Lampung: 1 pekerja

6. Provinsi Sulawesi Tengah: 29 pekerja

7. Kota Bandung: 14 pekerja

8. Kota Padang: 20 pekerja

9. Kota Pekanbaru: 108 pekerja

10. Kabupaten Bogor: 12 pekerja

11. Provinsi Sumatera Utara: 454 pekerja

12. Provinsi Nusa Tenggara Barat: 60 pekerja

13. Provinsi Kalimantan Tengah: 72 pekerja

14. Provinsi Kalimantan Timur: 448 pekerja

15. Provinsi Gorontalo: 48 pekerja

16. Provinsi Sumatera Barat: 43 pekerja

17. Provinsi Bengkulu: 16 pekerja

18. Provinsi Papua Barat: 1 pekerja

19. Provinsi Sulawesi Utara: 1.076 pekerja

(red/udhi/wi/nggoro/YDA)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!