SANKSI TIDAK JELAS; Galian Utilitas Amburadul Rusak Median dan Trotoar Jalan

 BEKASI Redaksi.co.id – Kota Bekasi tahun ini mendapatkan nilai Adipura makin jeblok. Wajah perkotaan terutama median jalan dan trotoar yang terus dibenahi dengan anggaran APBD...

4 0

 

BEKASI Redaksi.co.id – Kota Bekasi tahun ini mendapatkan nilai Adipura makin jeblok. Wajah perkotaan terutama median jalan dan trotoar yang terus dibenahi dengan anggaran APBD setiap tahun begitu gampang dirusak dampak galian utilitas. Bahkan bekas galian kabel optik PLN itu sering membuat kendaraan terjerambab karena pengurukannya asal-asalan.

Saya bingung begitu mudahnya para pemborong galian utilitas merusak dan tidak dikembalikan kondisi semula namun tidak ada sanksi, jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, tadi pagi.

Menurutnya, buruknya pengelolaan jaringan utilitas, membuat sejumlah kawasan di Kota Bekasi kian amburadul. Tak sedikit galian utilitas khususnya di trotoar yang terbengkalai akibat ulah pemborong. Kondisi ini amat merusak keindahan kota dan membuat kemacetan lalu lintas. Bahkan ceceran tanah merah yang merambah ke badan jalan juga kerap mengancam keselamatan jiwa pengendara maupun para pejalan kaki terlebih kini masih musim hujan.

Saat ini galian utilitas untuk pemasangan kabel optik PLN sedang dikerjakan di sepanjang Jalan Hasibuan – Jl. Baru underpass hingga perbatasan Kabupaten Bekasi (Tambun Utara- Jl Karangsatria). Serta beberapa jalan protokol yang dikerjakan PT. DL. Galian utilitas di Jl Hasibuan untuk pemasangan pekerjaan fiber optik kabel PLN (FO) oleh PT. DL sejak Januari lalu. Pekerjaan sempat dihentikan karena ada penilaian Adipura dan sekarang sudah ditimbun asal-asalan yang menyebabkan tanah cepat amblas. Selain menimbulkan lubang menganga yang membahayakan pejalan kaki, tanah merah dari galian mengotori badan jalan.

Tidak terpadunya berbagai proyek utilitas, menyebabkan silih bergantinya lokasi yang sebelumnya sudah tertata rapih menjadi amburadul karena selalu digali. Mulai untuk pekerjaan FO untuk jaringan telepon dan internet, listrik, air, lampu penerang jalan umum (PJU) hingga lampu lalu lintas. Ironisnya, sejumlah trotoar yang rusak dan baru diperbaiki maupun dibangun tak lama kemudian berantakan oleh galian.

Didit mengusulkan terhadap pemborong nakal yang tidak menuntaskan bekas galian hingga rapih seperti kondisi awal, seharusnya dikenakan sanksi tegas sebagai efek jera. Serta diperketatnya pemberian izin galian agar kondisi tidak makin bertambah buruk yang dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan merusak keindahan kota.

Ini sama saja kebocoran anggaran karena tetap saja perbaikan median dan trotoar itu memakai dana APBD, sementara yang merusak meski alasan untuk pemasangan jaringan utilitas bukan berarti bebas seenaknya, pungkas Didit. (Pandu)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!