DPD PPWI Aceh Dilantik, Gubernur Berpesan Agar Tumbuhkan Semangat Keterbukaan

 BANDA ACEH Redaksi.co.id – Perkembangan organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) nampaknya sulit terbendung.Setelah sebelumnya terbentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Jambi, Banda Aceh selanjutnya menyatakan...

13 0

 

BANDA ACEH Redaksi.co.id – Perkembangan organisasi Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) nampaknya sulit terbendung.

Setelah sebelumnya terbentuk Dewan Pengurus Daerah (DPD) di Jambi, Banda Aceh selanjutnya menyatakan kesiapannya. Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) PPWI, Wilson Lalengke, S.Pd, MA, M.Sc, akhirnya melantik DPD PPWI Banda Aceh periode 2015-2020.

Hebatnya, Ketua DPD PPWI Aceh merupakan orang penting di Aceh. Dia adalah seorang Rektor universitas yang cukup disegani. Prof. Dr. Ir. Samsul Rizal, M. Eng saat ini menjabat Rektor Unsyiah (Universitas Syiah Kuala), Banda Aceh.

Acara pelantikan dijadikan satu paket dengan Internasional Seminar, Global Educational Communication Technology (GLECT), yang menghadirkan pemateri dari Jepang di antaranya Toshinari Fushino (President director of GLECT co.ltd) dan Junya Nakai (Senior Managing Director of GLECT Co. Ltd), di aula gedung rektorat, Kamis (26/03/2015).

Dalam sambutannya Ketua DPN PPWI Wilson Lalengke mengatakan, PPWI sebagai organisasi resmi bagi pewarta warga (citizen journalist) lahir dengan visi untuk mewujudkan komunitas masyarakat yang cerdas informasi dan melek media.

” PPWI sebagai organisasi resmi bagi pewarta warga (citizen journalist), memiliki visi mewujudkan warga yang mampu merespon dengan baik setiap informasi yang diterimanya dari media massa, dan sekaligus mampu memberikan informasi dengan baik melalui media massa,” ujarnya.

Dengan dilantiknya DPD PPWI di Aceh, lanjutnya, diharapkan mampu berkontribusi terhadap perubahan paradigma publik terhadap media massa. PPWI juga sekaligus wadah pengembangan kemampuan dan ketrampilan jurnalistik warga, pembangunan dan pengembangan media massa yang berpegang pada prinsip demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Dan setiap anggota PPWI, harus berdedikasi pada tujuan pengembangan kultur publikasi jurnalisme warga yang berbudaya, beradab, dan beretika.

Menurut Wilson Lalengke, saat ini terdapat 2.200 pewarta warga yang tergabung dalam PPWI. Selain itu, sudah terbentuk 22 pengurus DPD dan 49 pengurus DPC PPWI di seluruh Indonesia. Kepada pengurus DPD PPWI Aceh yang baru dikukuhkan, ketua PPWI pusat itu berpesan, agar menjalankan roda organisasi berlandaskan visi dan prinsip dasar PPWI.

Sementara itu, Ketua DPD PPWI Aceh Samsul Rizal yang baru dilantik mengatakan, kehadiran PPWI di Aceh adalah sebuah kebanggaan tersendiri.

“Ini berarti saat ini PPWI ada di tengah-tengah kita di Aceh. Selanjutnya PPWI akan melaksanakan kerja-kerja untuk berkontribusi nyata dalam pembangunan informasi dan tekhnologi di Aceh,” ujar Samsul Rizal.

Ia menambahkan, saat ini terdapat banyak penulis berbakat. Tidak sedikit di antara hasil karya mereka yang berkualitas dan perlu dibaca oleh banyak orang. Hanya saja, sayangnya para penulis ini tidak semuanya mendapat perhatian dan bahkan tidak diakui oleh pengelola media massa.

“Bahkan lebih banyak dari mereka harus puas menjadi bahan cibiran sebagai penulis amatiran, dan termarginalkan oleh masyarakat pers mainstream,” tutur Samsul Rizal.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Aceh dengan sambutannya yang dibacakan Asisten II Bidang Administrasi Umum, Muzakkar A. Gani di acara Seminar Internasional bertajuk Global Educational Communication Technology, mengharapkan kehadiran PPWI mampu mendorong semangat keterbukaan di berbagai sektor sehingga dapat membantu pemerintah dalam membangun clean governance yang efektif.

Gubernur berharap PPWI mampu berperan optimal dalam mendorong tumbuhnya semangat masyarakat Aceh menjadi pewarta warga sehingga hak masyarakat untuk mendapatkan informasi berjalan dengan baik di Aceh.

“Dengan keberadaan organisasi ini, kita harapkan aktivitas pewarta warga kian berkembang, dan informasi yang berdedar di masyarakat semakain cepat dan dinamis,” kata Gubernur.

Gubernur menambahkan, Aceh sebagai salah satu wilayah yang cukup maju dalam pemanfaatan teknologi informasi tidak lepas dari tumbuhnya para pewarta warga.

“Hal ini membuat informasi di Aceh kini semakin cepat, dinamis dan kompetitif sehingga kehadiran PPWI dapat menjadi wadah yang membina pewarta warga menjalankan perannya dengan baik, sehingga informasi yang disajikan dapat dipercaya,” tandasnya.

Seminar diikuti oleh anggota PPWI dan juga dari berbagai unsur masyarakat di Banda Aceh dan dibuka oleh Gubernur Aceh yang diwakili oleh Assiten III Setda Aceh, Muzakkar. Turut hadir ketua KIP Aceh Ridwan S.H, perwakilan Pangdam, Polda, Kejati Aceh dan MPU. (DANS/WIL)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!