Calon Pimpinan KPK Mendatang Perlu Scan Otak

 jAKARTA Redaksi.co.id - Masa bakti kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki Cs di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebenarnya masih ada 8 bulan lagi.Namun Pemerintah tengah berancang-ancang menyiapkan Tim Panitia...

56 0

 

jAKARTA Redaksi.co.id – Masa bakti kepemimpinan Taufiequrrachman Ruki Cs di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), sebenarnya masih ada 8 bulan lagi.

Namun Pemerintah tengah berancang-ancang menyiapkan Tim Panitia Seleksi (Pansel) untuk Calon Pimpinan (Capim) KPK periode 2015-2019. Sehingga akhir tahun 2015 nanti sudah ada pimpinan baru.

Menanggapi hal tersebut, pernyataan yang cukup tajam datang dari mantan Penasehat KPK, Abdullah Hehamahua, SH, MM. Ia meminta tim anggota Panitia Seleksi (Pansel) yang akan dibentuk, untuk menyeleksi calon-calon pimpinan KPK yang memiliki kualitas pribadi, dan berintegritas tinggi.

Menurutnya, idealisme tersebut bertujuan agar hasil pimpinan KPK yang didapat calon pimpinan yang beda-beda tipis dengan malaikat.

“Sebab, pimpinan KPK jilid 2 dan jilid 3 bermasalah dalam proses seleksi, baik di Pansel maupun DPR,” tutur Abdullah melalui pesan singkat, semalam.

Dikatakan Abdullah, selain tes pengetahuan calon pimpinan yang meliputi pengetahuan pasal-pasal tentang korupsi dan Kode Etik KPK, ia meminta agar dalam tes kesehatan tim Pansel men-scan otak calon Pimpinan KPK tersebut.

“Di-scan saja otaknya. Sehingga dapat diketahui, seseorang punya potensi melakukan penyimpangan atau tidak,” tandasnya.

Selain itu, Abdullah meminta agar proses seleksi di Pansel lebih diperketat. Misalnya track record calon Pimpinan KPK dimulai dari SMP sampai dengan universitas dan seluruh jenis pekerjaannya.

“Termasuk di sini, latar belakang pekerjaan orang tua calon pimpinan, pungkasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (PLt) Pimpinan KPK Johan Budi SP menyatakan dukungannya atas pembentukan tim Pansel Calon Pimpinan KPK.

Kami mendukung sepenuhnya, lebih cepat lebih baik,” ujar Johan Budi SP, Minggu (05/04/2015).

MantanJubir KPK ini mengatakan dalam pembentukan tim Pansel (sesuai aturan), lembaganya memang tidak dilibatkan. Kendati demikian, Johan berharap agar Panitia Seleksi nantinya akan diisi oleh tokoh-tokoh yang terkenal integritasnya.

“Sebaiknya Pansel diisi oleh tokoh- tokoh yang sudah dikenal integritas, independensi dan tidak terkait dengan Partai Politik tertentu, tandasnya.

Namun, saat ditanya mengenai apakah dirinya berniat untuk maju pada bursa calon pimpinan lembaga anti rasuah atau KPK periode mendatang, mantan mahasiswa Universitas Indonesia (UI) itu pun tak menjawab.

Seperti diketahui, pria bernama lengkap Johan Budi Sapto Prabowo tersebut bukan orang baru di lembaga anti rasuah. Sejak 2006, Johan menjabat sebagai juru bicara dan Direktur Pendidikan dan Pelayanan Masyarakat KPK pada 2008-2009. Kemudian pada 2009 KPK menunjuk Johan untuk menjabat Kepala Biro Humas KPK.

Sedangkan Plt. Wakil Ketua KPK lainnya, Indriyanto Seno Adji mengatakan, pembentukan Pansel oleh pemerintah dinilainya wajar. Sebab mengingat jabatannya sebagai pelaksana tugas di KPK saat ini, bersifat temporer.

Sementara, tugasnya saat ini bersama pimpinan KPK lainnya adalah membangun komunikasi dan koordinasi dengan berbagai institusi penegak hukum, sebagai upaya penegakan dan pencegahan korupsi. (DANS)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!