Persipasi Merger dengan PBR

338

 

BEKASI Redaksi.co.id – Rencana Persipasi merger dengan Pelita Bandung Raya (PBR) tampaknya bakal terwujud. Bahkan, nama baru sedang disiapkan dan segera di-launching pada hari Minggu (12/4/2015) besok dengan memanfaatkan momentum Car Free Day (CFD) di Jalan A. Yani, Bekasi pukul 07.00.

Agenda launching di Stadion jam 7 pagi, ungkap Ketua Umum Persipasi, Engkus Prihatin.

Meski begitu, Engkus belum mau menyebut nama baru Persipasi setelah digabung oleh PBR. Termasuk soal poin-poin yang sudah disepakati kedua belah pihak.

Ditanya soal penggunaan stadion yang dijadwalkan PBR sudah akan menjalani latihan di Bekasi, Engkus mengaku masih menunggu jawaban Pemkot Bekasi. Hal itu mengingat Peraturan Wali Kota untuk penggunaan stadion juga masih belum gamblang.

Itu (status dan sewa stadion) masih menunggu dari pemda, tambahnya.

Soal restu dari PSSI dan PT Liga Indonesia perihal kabar tersebut, Engkus mengaku sudah rampung. Semua sudah beres tapi tunggu formalnya. Untuk latihan tim diperkirakan mulai minggu depan, tegasnya lagi.

Sebelumnya, beberapa tokoh sepak bola yang kecewa karena tidak banyak dilibatkan dalam proses merger tersebut khawatir Persipasi akan hilang dan PBR yang justru akan memegang penuh kendali sepak bola di Bekasi.

Engkus mengungkapkan persoalan tersebut karena saat ini, proses tersebut dilakukan mengingat Persipasi sudah memiliki PT. Sama halnya PBR harus ada penyelesaian soal saham serta bentukan PT-nya secara profesional.

Kita justru membuka lebar masyarakat Bekasi yang ingin membantu Persipasi memiliki finansial lebih, bisa membeli saham. Jangan hanya teriak tapi tidak memberikan kontribusi nyata buat Persipasi, tegasnya.

Ditanya persoalan Persipasi sebelum-sebelumnya jika terjadi merger, termasuk soal hak gaji pemain dan pelatih yang belum terbayarkan, Engkus mengaku akan membicarakannya lebih lanjut dengan manajemen sebelumnya.

Kan kita tahu sendiri, beralihnya Persipasi ke saya hanya lewat selembar surat di hadapan PSSI. Data gaji pemain, pelatih berapa kan angka pastinya belum jelas. Kita akan komunikasikan ini. Tidak mungkin juga kan semuanya dibebankan ke kepengurusan yang baru. Ini harus menjadi tanggung jawab bersama, tambahnya lagi.

Untuk persentasi saham, engkus mengaku minimal 50 persen Persipasi harus memegang penuh. Tidak hanya pihak PBR dan Persipasi dirinya juga tidak menampik pengusaha lain juga terlibat sebagai pemegang saham dalam proses merger tersebut.

Terkait nama dan kostum serta beberapa penawaran yang diajukan PBR, Engkus menegaskan sesuai usulan masyarakat dan Wali Kota Bekasi bahwa nama Persipasi harus tetap ada.

Nama Persipasi itu memang harus tetap ada, bahkan persentasi saham kita minta itu minimal 50 Persen Persipasi yang memegang penuh bahkan saya inginnya lebih, tandasnya yang belum merinci catatan nilai rupiah yang jadi pembahasan diproses merger tersebut.

loading...

Comments

comments!