Perencanaan Pembangunan Sudah Matang, Pelaksanaan Harus Konsisten

306

 

BEKASI Redaksi.co.id – Dengan diraihnya penghargaan Pangripta Nusantara pada bidang perencanaan pembangunan terbaik ke-3 se Provinsi Jawa Barat, harus menjadi acuan dan pegangan Pemkot Bekasi dalam pelaksanaan realisasi-implementasi di lapangan.

Perencanaan yang matang merupakan setengah dari keberhasilan dalam pelaksanaan program pembangunan secara kongkrit.

Kita harus memberi apresiasi positif diperolehnya penghargaan tersebut dan tugas pemangku kepentingan merealisasikan secara sungguh-sungguh konsep perencanaan tersebut. Masyarakat Kota Bekasi punya tugas mengawal dan mengkritisi secara obyektif agar terealisasi secara nyata. Dan nanti yang menilai serta merasakan hasil pembangunan secara langsung kembali kepada masyarakat. Jadi jangan hanya bisa mencap semua negatif dengan penilaian personal dengan variabel sepihak, jelas Pemerhati Kebijakan dan Pelayanan Publik Bekasi, Didit Susilo, tadi siang.

Menurutnya, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bekasi 2013-2018 sudah baik begitu juga Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahunan juga sudah matang. Bahkan pelaksanaan tahapan arah kebijakan pembangunan (road map) tahunan yaitu tahun pertama (2014) – tahun kelembagaan dan penataan, tahun kedua (2015) – tahun pelayanan dasar, tahun ketiga (2016) -tahun tahun infrastruktur dan utilitas, tahun keempat (2017) – tahun investasi dan perekonomian daerah dan tahun kelima (2018) – tahun inovasi dan kreativitas atau tahun pertanggungjawaban.

Dia menilai peletakan awal arah kebijakan pembangunan sudah menunjukkan perubahan-perubahan yang signifikan meski masih banyak kekurangan karena faktor teknis dan ketersediaan anggaran.

Maka umpan balik publik diperlukan agar pelaksanaan pembangunan sesuai tahapan perencanaan dan tidak terjadi kebocoran anggaran, ujar Didit.

Dijelaskannya, penghargaan itu harus dijawab dengan pelaksanaan pembangunan secara baik, konsisten, komprehensif, terukur dan harus bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Setidaknya dengan penghargaan itu bisa meningkatkan kualitas penyusunan perencanaan pembangunan tahun berikutnya dan maksimal dalam pelaksanaan.

Dia berharap keterukuran tujuan dan sasaran pemerintah daerah, adanya indikator kinerja, kelengkapan dan kedalaman dokumen pada rencana kerja pemerintah daerah, dan prakiraan anggaran tahun berikutnya tidak meleset.

Kan Kota Bekasi sudah punya foto udara yang bisa menjadi acuan perencanaan pembangunan. Jika perlu agar tidak gampang dilabrak dan dirubah setiap dokumen perencanaan semua pejabat teknis ikut tandatangan sebagai komitmen pertanggungjawaban, jelas Didit.

Ditegasnya, sebelumnya Kota Bekasi sempat di-bully karena tersandera beberaapa permasalahan perkotaan seperti macet dan banjir. Namun fakta dilapangan banjir Bekasi tidak terlalu parah tahun ini dibandingkan dengan banjir Jakarta.

Untuk menuju kota hunian yang layak, nyaman dan aman sesuai standar kualitas hidup berdasarkan pada sembilan indikator kenyamanan sebuah kota metropolitan. Sembilan indikator tersebut adalah tata ruang, lingkungan, transportasi, fasilitas kesehatan, fasilitas pendidikan, infrastruktur, ekonomi, keamanan dan kondisi sosial masyarakat tertumpu pada perencanaan pembangunan.

Tapi yang paling penting implementasi pelaksanaan yang dirasakan langsung masyarakat, pungkas Didit.(pandi)

loading...

Comments

comments!