Rp 35 M Uang “Siluman“ Pengoperasian Pelabuhan Tanjung Bonang Bakal Dibeber

 REMBANG Redaksi.co.id – Tarik ulur persoalan legalitas pengoperasian Pelabuhan Tanjung Bonang (PTB) yang mengundang perhatian sejumlah pihak akhirnya polemik itu terkuat satu- persatu setelah pemerintah propinsi Jawa...

27 0

 

REMBANG Redaksi.co.id – Tarik ulur persoalan legalitas pengoperasian Pelabuhan Tanjung Bonang (PTB) yang mengundang perhatian sejumlah pihak akhirnya polemik itu terkuat satu- persatu setelah pemerintah propinsi Jawa -Tengah mengundang semua pihak terkait baik investor maupun pejabat Pemkab Rembang maupun SKPD terkait.

Penguraian polemik masalah ijin pengoprasian pelabuhan terkuak dalam rapat kordinasi operasional di ruang rapat Asisten Ekonomi dan Pembangunan dipimpin langsung oleh Asisten II Sekda Provinsi Jawa Tengah Ir Djoko Sutrisno dihadiri Bupati Rembang Abdul Khafidz bersama SKPD terkait Kepala BPN Rembang , PT RBSJ (Badan Usaha Modal Daerah), dan sejumlah investor diantaranya PT Bangun Arta Kencana PT .Amir Hajar Kilsi PT.Bumi Rejo Tirta Kencana dan PT Pelabuhan Rembang Kencana, serta PT Samudra Bahari Alam Persada.

Dalam rapat tersebut terungkap, ternyata RIP, DLKR dan DLKP Pelabuhan Tanjung Bonang sebagai syarat pengajuan ijin operasional sebuah pelabuhan sebenarnya sudah ada dan tersusun dari dahulu, akan tetapi fakta yang terjadi dokumen tersebut dianggap tidak ada.

Direktur utama PT RBSJ Prilestiyo membenarkan bahwa dokumen itu ada, dan pihaknya akan menyerahkan kepada Provinsi sesegera mungkin.

Akibat selama ini dianggap belum ada dokumen RIP DLKR dan DLKP tersebut, pembuat kebijakan dan publik dibikin bingung, maka solusinya adalah Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan (UPP) bersama Pemkab Rembang menyusun kembali RIP DLKR dan DLKP Pelabuhan Tanjung Bonang.

Komisaris utama PT Pelabuhan Rembang Kencana (PRK) , Mindo Herbert Sitorus dalam rapat menunjukkan copy dokumen dokumen itu lewat proyektor dihadapan seluruh peserta rapat.

“RIP DLKR dan DLKP telah tersusun lama dengan biaya dari kami sebesar Rp 825 juta,” katanya.

Mindo menegaskan, di pelabuhan selama operasional telah ada pendapatan sebesar 35 Milyar yang telah masuk ke oknum yang tidak jelas, sedangkan dirinya sepeserpun belum pernah menerima.

“Bisa dibuktikan aliran uangnya, saya tahu, suatu saat akan terbongkar,” tandas Mindo.

Sementara itu Kepala BPN Rembang Tri Margono Yuwono dalam rapat itu mengaku kecewa lantaran selama ini merasa dikesampingkan baik oleh Pemkab maupun oleh investor dipelabuhan. Salah satunya, BPN dianggap ribet dalam hal kepengurusan HGB diatas HPL.

“HPL diberikan oleh BPN mesti ada hak dan ada kewajiban; silakan koordinasikan kepada saya,” kata Kepala Badan Pertanahan Rembang di hadapan sejumlah investor dan pejabat pemprov serta pemkab Rembang.

Lebih lanjut Tri menjelaskan, awal mula dia mau memberi HPL atas nama Pemda karena ada Surat Peryataan oleh Suyono, Kepala Dishubkominfo Kabupaten Rembang yang mengatakan bahwa status tanah di luar penguasaan UPP Rembang dan tidak ada keberatan oleh pihak ketiga jika tanah diserahkan kepada Pemda.

“Kesinambungan pemberian hak akan kami tanyai melalui surat resmi, saya akan tetap tunduk kepada aspek kepelabuhan, akan saya berikan HGB jika urusan tentang pelabuhan selesai,” kata Tri.

Lanjutnya lagi, status tanah HPL tersebut katanya sudah ada penetapan Aset oleh Bupati Rembang saat itu Moch Salim sebelum ada HPL dan status tanah itu di luar kewenangan UPP.

“Jadi nanti jika UPP mengakui hak dalam pengelolaan tanpa ada koordinasi dengan saya, tinggal saya potong saja tanah itu,”tegasnya.

Sementara itu Dosen Fakultas Hukum Unissula Semarang, Rahmad Bowo, dalam forum menyatakan mengetahui detail masalah pelabuhan saat dulu diminta membuatkan “legal opinion” Pemkab Rembang kaitan pemberian HGB kepada para investor.

“Pak Tiyo waktu itu menjabat sebagai direktur PRK semangatnya luar biasa membesarkan PRK, namun, entah kenapa seiring berjalannya waktu, justru PRK yang sekarang sepertinya tertatih-tatih,” katanya.(Hasan)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!