Polisi Gerebek Pabrik Bumbu Tak Layak Konsumsi di Bekasi

BEKASI Redaksi.co.id - Satuan Narkoba Polresta Bekasi Kota menggerebek rumah yang digunakan untuk mengolahbahan-bahan yang kadaluarsa menjadi makanan di Kampung Rawa Bugel No 115 RT 02/RW 03...

16 0

BEKASI Redaksi.co.id – Satuan Narkoba Polresta Bekasi Kota menggerebek rumah yang digunakan untuk mengolahbahan-bahan yang kadaluarsa menjadi makanan di Kampung Rawa Bugel No 115 RT 02/RW 03 Kelurahan Margamulya, Kecamatan Bekasi Utara, Kota Bekasi, Selasa (14/04/15) siang.

Dalam penggerebekanini, polisi menahan 3 orang, terdiri dari seorang pemilik dan 2 lainnya sebagai pekerja. Petugas juga menyita barang bukti sejumlah bumbu masak siap edar dan bahan-bahan yang sudah tidak layak konsumsi, seperti bahan makanan kedaluarsa berupa tepung keju 900 kilogram, bumbu tabur goreng 800 kg, gula pasir 50 kg, setengah karung tepung gula, satu dus Island rasa sambal balado, satu plastik tepung cabe, satu plastik bumbu kuah, satu kantong Eko mie seberat 200 kg, mie hancur kadaluarsa seberat 200 kg, sebagaibarang bukti.

“Dari pemeriksaan awal, pelaku mendapatkan bahan-bahan ini dari beberapa perusahaan pengolahan makanan instan dalam keadaan sudah kedaluarsa,” ujar Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Rudi Setiawan kepada awak media.

Menurut petugas, usaha ini telah berlangsung sejak tahun 1994. Pendapatan dari usaha milik Caswati binti A Latif (39) ini diperkirakan mencapai Rp 2 juta per hari.

Ketiga tersangka ini dijerat dengan pasal berlapis yaitu, Pasal 62 ayat (1) Juncto Pasal 8 UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen serta Pasal 142 Juncto Pasal 91 ayat (1) UU Nomor 18 tahun 2002 tentang Pangandenganancaman hukuman penjara maksimal 5 tahun penjara atau denda Rp 4 miliar.

Kemasan yang diproduksinya juga tidak terdapatizin edar dan komposisinya pun melanggar ketentuan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

Tersangka dikenai pasal Undang-undang Perlindungan Konsumen dengan ancaman 5 tahun penjara serta Undang-undang Pangan dengan ancaman 2 tahun penjara. (Agus S)

In this article

Komentar


Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!